Pandemi Covid-19, Momentum Tepat Investasi Saham

Pandemi Covid-19, Momentum Tepat Investasi Saham
Aviliani sendiri ( Foto: istimewa / Istimewa )
Herman / FER Jumat, 10 April 2020 | 18:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani mengatakan, dalam kondisi pasar yang tengah lesu sebagai imbas dari penyebaran virus corona (Covid-19), merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi, terutama di instrumen saham.

Baca: Stimulus Fiskal Penanganan Corona Dinilai Masih Minim

Menurut Aviliani, saat ini banyak saham yang harganya anjlok cukup parah. Sehingga ketika nanti kondisinya sudah recovery, harga saham tersebut bisa lebih tinggi.

"Kalau memang punya cukup uang, sekarang ini saatnya untuk beli saham karena harganya lagi murah-murah. Kalau kita melihat ke depan usahanya punya prospek, meskipun saat ini kita beli murah, itu nggak apa-apa. Yang penting Anda bukan tipe orang yang kepingin cepat dapat untung dan lebih ke jangka panjang,” kata Aviliani saat menjadi pembicara di acara Indef Talks, di Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Aviliani juga berpesan agar tidak panik dengan kondisi saat ini, sehingga kemudian mengambil keputusan keliru dengan menarik seluruh dana yang dimiliki di bank.

Baca: BBRI dan BBCA Banyak Diburu Investor

Masyarakat harus yakin bahwa dananya akan tetap aman disimpan di bank, meski pun kondisi saat ini tengah menghadapi tekanan yang berat akibat wabah virus corona.

"Kalau punya uang, biarkan saja di bank dan mendapatkan bunga. Pasti Pemerintah dengan kondisi seperti ini akan memberikan jaminan. Justru kalau banyak uang yang keluar dari sistem perbankan, ini akan memengaruhi sistem moneter kita dan menyebabkan ekonomi akan goyang," ujarnya.

Aviliani juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi imbauan pemerintah untuk melakukan physical distancing dalam upaya memutus penyebaran Covid-19, sehingga proses recovery ekonomi menjadi lebih cepat.

Baca: Harga Emas Relatif Stabil di Tengah Program Stimulus

"Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini harus dipatuhi. Sebab kalau masalah kesehatannya masih begini-begini saja, maka sektor ekomoni akan semakin lama recovery," tegas Aviliani.



Sumber: BeritaSatu.com