Emas Naik US$ 48 Dipicu Kekhawatiran Dampak Corona

Emas Naik US$ 48 Dipicu Kekhawatiran Dampak Corona
Ilustrasi emas. (Foto: Antara / Aprillio Akbar)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 7 April 2020 | 05:47 WIB

Chicago, Beritasatu.com- Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tajam pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (7/4/2020), karena investor memindahkan aset-asetnya ke logam mulia sebagai wujud lindung nilai menyusul kekhawatiran virus corona (covid-19) makin menekan ekonomi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni melonjak US$ 48,2 atau 2,93 persen, menjadi US$ 1.693,9 per ounce.

Emas mendapat dukungan karena investor khawatir bahwa dana talangan pemerintah dan suku bunga rendah akibat Covid-19 akan menyebabkan inflasi ketika digabungkan bersama. Permintaan kontra-inflasi di kalangan investor begitu tinggi sehingga penguatan dolar AS dan ekuitas AS tidak cukup mengimbangi momentum kenaikan yang ditimbulkan kekhawatiran inflasi.

Baca juga: Dow Jones Meroket 1.600 Poin karena Pertumbuhan Corona Melambat

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,09 poin atau 0,09 persen ke level 100,67 pada pukul 17.50 GMT. Sementara indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 1.627,46 poin (7 persen) menjadi 22.679,99. S&P 500 naik 7 persen menjadi 2.663,68 sementara Nasdaq Composite melonjak 7,3 persen menjadi 7.913,24.

"Permintaan terus mendominasi dan mendukung harga emas. Sejumlah besar stimulus secara efektif mendilusi mata uang sehingga permintaan emas menguat," kata Head of Strategist Market Blue Line Futures Phil Streible, di Chicago.

Jepang akan memberlakukan keadaan darurat di Tokyo dan enam prefektur lainnya pada Selasa untuk menahan virus corona, sementara pemerintah menyiapkan paket stimulus US$ 990 miliar untuk mengantisipasi dampak corona.

Pandemi telah menginfeksi lebih dari 1.250.000 orang di seluruh dunia, dengan lebih 68.400 kematian.

Baca juga: Penundaan Pertemuan OPEC Tekan Harga Minyak

Investor sedang menunggu laporan lowongan pekerjaan dan kredit konsumen pada Selasa waktu setempat, rilis pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (8/4/2020), klaim pengangguran mingguan, indeks harga produsen, indeks sentimen konsumen, dan persediaan grosir pada Kamis (9/4/2020), bersama dengan indeks harga konsumen pada Jumat (10/4/2020). Para analis mencatat bahwa data ini, akan memberikan petunjuk bagi investor untuk melihat dampak covid-19 pada ekonomi.

Logam mulia lainnya, perak pengiriman Mei naik 67,5 sen atau 4,66 persen, menjadi US$ 15,169 per ounce. Platinum pengiriman Juli naik US$ 13,9 atau 1,94 persen, menjadi US$ 732 per ounce.



Sumber: Reuters