Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sri Mulyani: Dampak Corona Jauh Lebih Berat Dibandingkan Krisis 1998 dan 2008

Senin, 6 April 2020 | 18:35 WIB
Oleh : Herman / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut krisis yang dialami akibat wabah virus corona atau Covid-19 jauh lebih kompleks dan berat dibandingkan krisis yang terjadi pada tahun 2008-2009 dan 1997-1998 lalu. Sebab, krisis saat ini tidak hanya mengancam ekonomi dan sektor keuangan, tetapi juga jiwa manusia.

“Covid-19 jauh lebih kompleks dan lebih berat dari krisis keuangan 2008- 2009. Karena Covid-19 mengancam jiwa manusia, betul-betul mematahkan semua fondasi ekonomi di semua negara, serta menimbulkan ketidakpastian dan gejolak di pasar modal yang tidak ada jangkarnya,” kata Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR secara virtual, Senin (6/4/2020).

Sri Mulyani mengungkapkan, penyebab dari krisis yang terjadi di tahun 2008-2009 adalah lembaga keuangan dan korporasi yang mengalami bangkrut, sehingga upaya mitigasi persoalan menjadi lebih mudah.

“Kalau dulu di 2008 jelas karena ini penyebabnya lembaga keuangan dan korporasi, sehingga kalau sudah diumumkan bangkrut bisa langsung dihitung berapa kerugiannya, itu sudah muncul jangkar. Sementara yang sekarang ini tidak ada jangkarnya karena tidak ada yang tahu kapan Covid-19 berhenti, apakah berhentinya sesudah mengalami puncak yang mengerikan, atau berhenti dalam situasi yang lebih baik,” ujar Sri Mulyani.

Tidak hanya dengan krisis 2008-2009, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan krisis yang terjadi saat ini juga lebih kompleks dibandingkan krisis Asia tahun 1997-1998.

“Memang jauh lebih kompleks, bahkan dibandingkan 1997-1998 yang mengalami situasi krisis. Saat itu paling tidak kita tahu penyebabnya dan itu bisa ditahan. Kalau yang ini penyebabnya masih belum bisa ditahan. Banyak skenario mengenai containment yang masih perlu diuji. Bahkan di Tiongkok sendiri yang katanya di Wuhan sudah bisa dibuka, sekarang muncul kasus baru di mana salah satu daerah lain juga mengalami penutupan,” kata Sri Mulyani.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gara-gara Corona, Pendapatan Negara Anjlok Rp 472,3 T

Outlook pendapatan negara turun sebesar Rp 472,3 triliun dari target Rp 2.233,2 triliun menjadi Rp 1.760,9 triliun

EKONOMI | 6 April 2020

Imbas Corona, AirAsia Tawarkan Penerbangan Sewa

AirAsia menyediakan penerbangan khusus yang mencakup carter penumpang, carter kargo, maupun carter pribadi (private).

EKONOMI | 6 April 2020

Potensi Kerugian Pasar Tanah Abang Bisa Mencapai Rp 110 Miliar Per Hari

Penundaan pembukaan Pasar Tanah Abang yang tutup sejak 27 Maret lalu dan rencananya akan dibuka pada 6 April ditunda menjadi 19 April.

EKONOMI | 6 April 2020

Belanja Negara Naik, Pemerintah Kaji Ulang THR dan Gaji Ke-13 PNS

Beban negara dalam menghadapi pandemi Covid-19 cukup besar

EKONOMI | 6 April 2020

Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp 16.412/US$

Adanya aliran dana asing yang masuk ke Indonesia mulai pekan lalu membuat rupiah menguat.

EKONOMI | 6 April 2020

Penerbangan Garuda Turun 40%, Dirut: Bisa Lebih Dalam

Penurunan volume penerbangan maskapai Garuda diprediksi semakin dalam

EKONOMI | 6 April 2020

Lanjutkan Penguatan, IHSG Ditutup Naik 4,07 Persen

Sebanyak 287 saham naik, 131 saham menurun, dan 135 saham tidak bergerak.

EKONOMI | 6 April 2020

Terdampak Covid-19, Pekerja Migran Perlu dapat Bantuan Khusus  

Pekerja Migran Indonesia yang kembali di Tanah Air harus diberi bantuan khusus.

EKONOMI | 6 April 2020

Cara Belanja Unik, MPPA Luncurkan Park & Pickup

Pelanggan dapat membeli kebutuhan sehari-hari tanpa berinteraksi secara fisik dengan toko atau karyawannya

EKONOMI | 6 April 2020

Tingkatkan Suplai Air IrigasiPonorogo, Bendungan Bendo Siap Digenangi Akhir 2020

Kemppupera terus dukung ketahanan air dan pangan.

EKONOMI | 6 April 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS