Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jaga Stok Pangan, Pemerintah Perlu Kurangi Hambatan Perdagangan

Jumat, 3 April 2020 | 14:14 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Selain berdampak pada ekonomi, pandemi virus corona (Covid-19) juga berpotensi menimbulkan dampak serius pada stok pangan, salah satunya adalah menurunnya hasil produksi pertanian domestik. Karenanya, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis, misalnya dengan mengurangi berbagai hambatan perdagangan dan menjaga perdagangan pangan untuk tetap terbuka.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Felippa Ann Amanta menyampaikan, menurunnya hasil produksi pertanian domestik tentu membahayakan kebutuhan masyarakat di dalam negeri. Selain itu, pandemi Covid-19 juga dapat menyebabkan berkurangnya pekerja di sektor pertanian sekitar 1 persen-4,87 persen dan menurunnya investasi di sektor pertanian sebanyak 2 persen-3,7 persen. Sehingga, akibat dari Covid-19 pada sektor pangan bukan hanya disebabkan oleh rantai distribusi yang tidak efektif dan efisien, namun juga disebabkan faktor produksi yang melemah yang tidak memungkinkan permintaan dipenuhi sebatas melalui produksi domestik.

“Sebelum pandemi Covid-19, hasil produksi pertanian nasional memang tidak mampu memenuhi semua kebutuhan masyarakat. Impor menjadi satu tindakan yang mutlak diperlukan untuk menjaga kestabilan harga komoditas pangan. Pemerintah sudah tentu harus mengutamakan kebijakan yang fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, termasuk pangan,” jelas Felippa di acara diskusi yang digelar CIPS, Jumat (3/4/2020).

Fellipe menambahkan, wacana lockdown atau karantina wilayah yang sempat bergaung menambah kekhawatiran masyarakat akan terjaminnya ketersediaan komoditas pangan di pasar. Implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dapat diperluas sewaktu-waktu juga semakin mempersempit ruang gerak masyarakat. Hal ini menurutnya dapat memicu semakin langkanya komoditas pangan di pasar.

“Berita baiknya, April dan Mei adalah masa panen raya sehingga stok aman hingga sekitar Mei. Berita buruknya, kita tidak tahu pandemi ini akan berlangsung sampai kapan. Semakin lama pandemi ini berlangsung, semakin luas penyebarannya dan juga semakin luasnya implementasi PSBB, maka disrupsi rantai pasok pangan juga akan semakin besar. Salah satunya karena tenaga kerja berkurang dan fasilitas terganggu,” jelas Felippa.

Kekurangan ketersediaan pangan menurutnya bisa memicu inflasi harga yang dapat menimbulkan keresahan sosial dan menghambat upaya pengendalian pandemi ini. Inflasi pada produk pertanian terjadi akibat permintaan rumah tangga yang meningkat yang tidak sejalan dengan suplai di pasar.

Berdasarkan Indeks Bulanan Rumah Tangga (BURT) yang dikeluarkan CIPS, harga-harga komoditas pangan, seperti gula, bawang putih dan bawang bombay sudah mengalami peningkatan sejak sebelum pandemi Covid-19 terkonfirmasi sampai di Indonesia.

“Tingginya harga komoditas pangan ini tentunya paling berdampak pada keluarga kurang mampu, apalagi yang sumber penghasilannya jadi terhenti akibat pandemi Covid-19. Keluarga yang paling rentan bisa menghabiskan hingga 60 persen dari pendapatan mereka hanya untuk pangan. Di situasi saat ini, stabilitas harga pangan penting untuk dijaga supaya masyarakat Indonesia bisa terus mengonsumsi makanan bernutrisi untuk meningkatkan imunitas tubuh. Hal ini juga baik untuk menggerakkan konsumsi,” ungkap Felippa.

Untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan di pasar dan stabilitas harganya, menurut Fellipa pemerintah harus mengambil langkah strategis secepatnya untuk memastikan ketersediaan pangan, secara akses fisik maupun akses finansial.

“Salah satunya adalah dengan mengurangi berbagai hambatan perdagangan dan menjaga perdagangan pangan untuk tetap terbuka. Pemerintah juga perlu melakukan diversifikasi sumber impor pangan dari berbagai negara,” imbuhnya.

Berbagai hambatan perdagangan yang selama ini dihadapi antara lain adalah Surat Pengajuan Impor (SPI), sistem kuota, sistem birokrasi yang tidak sederhana dan memakan waktu lama yang pada akhirnya membuat proses impor menjadi lama. Contohnya, proses impor daging sapi membutuhkan waktu perkiraan sekitar 32 hari kerja menurut peraturan. Kenyataannya, proses ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan, seperti yang terjadi pada komoditas gula dan bawang putih.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PLN Siapkan Terobosan Agar 100% Desa Dialiri Listrik pada 2020

Tabung Listrik merupakan inovasi lanjutan kerja sama PLN dengan lima perguruan tinggi, yaitu UI, ITB, IPB, UGM, dan Universitas Cendrawasih.

EKONOMI | 3 April 2020

Awali Sesi II, IHSG Pertahankan Trayek Menguat

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan sesi II Jumat (3/4/2020) menguat 1,21 persen ke level 4.586,7.

EKONOMI | 3 April 2020

Elektrifikasi Listrik, Tingkatkan Produktivitas Ekonomi Desa

Peningkatan rasio elektrifikasi di perdesaan sedang digalakkan.

EKONOMI | 3 April 2020

AP II Sesuaikan Pola Operasi Bandara

Bandara-bandara berooperasi sesuai tren pergerakan penumpang.

EKONOMI | 3 April 2020

Siang Ini, Rupiah di Zona Merah Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 16.445-Rp 16.505 per dolar AS.

EKONOMI | 3 April 2020

Lewat Fitur Smart Shadaqah, BNI Syariah Permudah Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

BNI Syariah meluncurkan fitur smart shadaqah.

EKONOMI | 3 April 2020

Sesi Siang, IHSG Melonjak 1% ke 4.577

Sebanyak 241 saham naik, 130 saham melemah dan 114 saham stagnan.

EKONOMI | 3 April 2020

Siang Ini, Bursa Asia Berbalik Arah Melemah

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 9,19 poin (0,33 persen) mencapai 2.771.

EKONOMI | 3 April 2020

Jokowi Ada 433 Desa Belum Dialiri Listrik

102 desa di Papua Barat, 5 desa di Nusa Tenggara Timur, dan 1 desa di Provinsi Maluku.

EKONOMI | 3 April 2020

Populasi Akses Listrik Indonesia di Bawah Negara ASEAN

Untuk populasi akses listrik, Indonesia di peringkat 95.

EKONOMI | 3 April 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS