Jumlah Penumpang Menurun, KAI Daop 8 Batalkan 22 KA Selama April 2020

Jumlah Penumpang Menurun, KAI Daop 8 Batalkan 22 KA Selama April 2020
Penumpang KA dan suasana stasiun KA Gubeng Surabaya, Rabu, 1 April 2020. (Foto: istimewa)
Amrozi Amenan / CAH Rabu, 1 April 2020 | 21:00 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - PT KAI Daop 8 Surabaya membatalkan operasional 22 KA jarak menengah/jauh untuk bulan April 2020 ini, karena jumlah penumpang yang menurun sangat signifikan akibat terimbas penyebaran corona (Covid-19). Dengan demikian, hanya ada 19 KA jarak menengah/jauh di wilayah KAI Daop 8 Surabaya yang dioperasikan selama April 2020.

“Pembatalan 22 KA tersebut merupakan program pembatalan yang terbagi menjadi 5 tahap. Tahap pertama sebanyak 4 KA, tahap kedua sebanyak 5 KA, tahap ketiga sebanyak 5 KA, tahap keempat sebanyak 6 KA dan tahap kelima sebanyak 2 KA,” kata Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Rabu (1/4/2020).

Dijelaskan, adapun pada tahap pertama, ada 4 perjalanan KA yang dibatalkan operasionalnya, yakni terhitung pada 26 Maret sampai dengan 30 April 2020, diantaranya adalah KA Sembrani (KA 81/ KA 82) relasi Stasiun Surabaya pasar Turi-Gambir/PP, KA Gumarang (KA 133 / KA 134) relasi Stasiun Pasar Turi-Stasiun Pasar Senen/PP, KA Songoriti (KA 284) relasi Stasiun Malang-Stasiun Surabaya Gubeng dan KA Songoriti (KA 283) relasi Stasiun Surabaya Gubeng-Stasiun Malang.

Baca JugaJumlah Penumpang Anjlok 63%, KAI Batalkan 243 Perjalanan KA

Selanjutnya, pada tahap kedua ada 5 perjalanan KA yang dibatalkan operasionalnya, yang terhitung sejak 1 April hingga 30 April 2020. Diantaranya adalah KA Sancaka Utara (KA165-168-169 /KA 170-167-166) relasi Surabaya Pasar Turi-Gambringan-Solo-Kutoarjo, KA Mutiara Timur (KA 184/ KA 185) relasi Surabaya Gubeng-Ketapang, KA logawa (KA 300-297A) relasi Jember-Surabaya Gubeng-Purwokerto, KA Logawa/KA 298A-299 relasi Purwokerto–Surabaya Gubeng-Jember dan KA Gaya Baru Malam Selatan (KA 111A/ KA 112A) relasi Surabaya Gubeng-Pasar Senen/PP.

Kemudian, pada tahap ketiga ada 5 perjalanan KA yang dibatalkan operasionalnya, yang terhitung mulai 1 hingga 30 April 2020. Diantaranya adalah KA Argo Wilis (KA plb 1c/ KA plb 2b) relasi Surabaya Gubeng–Bandung– Gambir/PP, KA Mutiara Selatan (Ka plb 103c/KA plb 104c) relasi Malang–Surabaya Gubeng–Bandung–Gambir/PP,

KA Turangga (KA plb 77c/KA plb 78c) relasi Surabaya Gubeng–Bandung–Gambir/PP, KA Malabar (KA plb 107c/ KA plb 108c) relasi Malang–Bandung–Pasar Senen/PP, dan KA Pasundan (KA Plb 295a/ KA Plb296a) relasi Surabaya–Kiaracondong Bandung/PP.

Pada tahap keempat, ada 6 perjalanan KA yang dibatalkan operasionalnya selama April 2020. Diantaranya adalah KA Jayakarta (KA 253/ KA 254) relasi Surabaya Gubeng–Jakarta Kota/PP, KA Dharmawangsa Ekspes (KA 135/ KA 136) relasi Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen Jakarta/PP, KA Malioboro Ekspres (KA 172/ KA 173) relasi Malang–Yogyakarta/PP, KA Sancaka (KA 180/ KA 181) relasi Surabaya Gubeng–Yogyakarta/PP, KA Majapahit (KA 251/ KA 252) relasi Malang–Pasar Senen Jakarta/ PP, KA Ambarawa Wkspres (KA 267/ KA 268) relasi Surabaya Pasar Turi–Semarang Poncol/PP.

Baca JugaDampak Virus Corona, 260.000 Tiket Kereta Api Dibatalkan

Dan pada tahap kelima, ada 2 perjalanan KA yang dibatalkan operasionalnya pada 8-30 April 2020 dan 2 KA yang mengalami perpendekan relasi sebanyak 2 KA. Kedua KA yang mengalami pembatalan tersebut diantaranya adalah KA Malioboro Ekspres (KA 171/ KA 174) relasi Yogyakarta–Malang/PP, KA Bangunkarta (KA 79/ KA 80) relasi Surabaya Gubeng–Gambir/PP. Sedangkan kedua KA yang mengalami perpendekan relasi diantaranya adalah KA Lokal Ekonomi Bojonegoro (KA 477/ KA 478), mulai 1 hingga 30 April 2020, relasi sebelumnya Surabaya Pasar Turi–Babat–Bojonegoro menjadi relasinya Surabaya Pasar Turi–Babat. Adapun KA Bima (KA 72-73 / KA 74-71) pada 8-30 April 2020, relasi sebelumnya Malang –Surabaya Gubeng–Gambir menjadi relasi barunya Surabaya Gubeng–Gambir.

“Pembatalan ini karena jumlah penumpang yang menurun sangat signifikan akibat wabah virus corona atau Covid-19,” tandas Suprapto.

Dia memapaparkan penurunan jumlah penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya dapat terlihat dari jumlah penumpang pada 1 Maret 2020, dimana jumlah penumpang yang naik sebanyak 40.148 orang/hari dan jumlah penumpang yang turun 40.662 orang/hari. Sementara, pada 31 Maret 2020 kemarin, jumlahnya menurun dratis, dimana jumlah penumpang yang naik hanya mencapai sebanyak 6.259 orang/hari dan penumpang yang turun sebanyak 7.333 orang/hari.

Menurut Suprapto, pada hari biasa, total ada sebanyak 41 perjalanan KA jarak menengah/jauh, yakni 33 KA adalah pemberangkatan awal dari Daop 8 Surabaya ditambah 8 KA yang perjalanannya melintas di Daop 8 Surabaya. Sedangkan selama April 2020 ini jumlah perjalanan yang masih beroperasi hanya sebanyak 19 perjalanan KA jarak menengah/jauh, yakni 13 KA adalah pemberangkatan awal dari Daop 8 Surabaya ditambah 6 KA yang perjalanannya melintas di Daop 8 Surabaya atau 46 persen dari kondisi normal.

Sementara untuk perjalanan KA lokal, masih tetap beroperasi sebanyak 46 perjalanan KA per harinya atau hanya mengalami penurunan daya maksimal kapasitas okupansi dari 150 persen menjadi 75 persen.

Akibat dari kebijakan pengurangan daya kapasitas angkut KA penumpang tersebut, selain penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan, pengurangan daya angkut KA penumpang ini menyebabkan jumlah pembatalan tiket KA oleh masyarakat semakin meningkat. Tercatat di wilayah Daop 8 Surabaya selama Maret 2020 ada 49.894 tiket yang dibatalkan oleh para penumpang.

“Bagi masyarakat yang ingin memesan, membatalkan atau merubah jadwal tiket KA agar menggunakan fasilitas layanan online tiket di aplikasi KAI ACCESS agar tidak perlu ke luar rumah,” pungkas Suprapto.



Sumber: BeritaSatu.com