Ini 6 Paket Stimulus Virus Corona untuk Warga Lapisan Bawah

Ini 6 Paket Stimulus Virus Corona untuk Warga Lapisan Bawah
PDIP Jaksel melakukan penyemprotan disinfektan di lima wilayah DKI Jakarta untuk mencegah penyebaran virus corona. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 31 Maret 2020 | 17:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah telah menyiapkan enam paket bantuan bagi masyarakat lapisan bawah yang terkena dampak kebijakan pengendalian pandemi virus corona di Indonesia. Paket bantuan sosial atau stimulus ini akan efektif berlaku mulai 1 April 2020.

Baca juga: Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp 405,1 T Tangani Virus Corona

Paket bantuan sosial pertama adalah Program Keluarga Harapan. Presiden Jokowi meningkatkan jumlah keluarga penerima PKH ini dari 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat. Sedangkan besaran manfaatnya akan dinaikkan menjadi 25 persen.

“Misalnya komponen ibu hamil naik dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta per tahun. Komponen anak usia dini Rp 3 juta per tahun. Komponen disabilitas Rp 2,4 juta per tahun. Kebijakan ini efektif mulai April 2020,” kata Jokowi saat menggelar konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3/2020).

Paket bantuan sosial kedua, kartu sembako. Menurut Jokowi, jumlah penerima akan dinaikkan dari 15,2 juta penerima menjadi 20 juta penerima manfaat. Kemudian nilainya dinaikkan sebesar 30 persen, dari awalnya sebesar Rp 150.000 menjadi Rp 200.000 dan akan diberikan selama sembilan bulan.

Paket bantuan sosial ketiga, Kartu Prakerja. Anggaran Kartu Prakerja dinaikkan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliiun. Jumlah penerima manfaat menjadi 5,6 juta orang. Terutama untuk pekerja informal serta pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Covid-19. Dan nilai manfaatnya sebesar Rp 650.000 sampai Rp 1 juta per bulan selama 4 bulan ke depan.

“(Paket) yang keempat, tentang tarif listrik. Perlu saya sampaikan untuk pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan akan digratiskan selama tiga bulan ke depan. Yaitu untuk bulan April, Mei dan bulan Juni 2020. Sedangkan untuk pelanggan 900 VA yang jumlahnya sekitar 7 juta pelanggan akan didiskon 50 persen. Artinya bayar separuh saja untuk bulan April, Mei dan bulan Juni 2020,” jelas Jokowi.

Kemudian paket bantuan yang kelima terkait antisipasi kebutuhan pokok. Jokowi mengungkapkan pemerintah telah mencadangkan anggaran sebesar Rp 25 triliun untuk pemenuhan kebutuhan pokok serta operasi pasar dan logistik.

Paket bantuan keenam, lanjutnya, perihal keringanan pembayaran kredit. Bagi para pekerja informal, baik itu ojek online, supir taksi, pelaku UMKM, nelayan, dengan penghasilan harian dan kredit di bawah Rp 10 miliar, OJK telah menerbitkan aturan mengenai hal tersebut.

“Dan mulai berlaku bulan April ini. Telah ditetapkan tidak perlu datang ke bank atau perusahaan leasing, cukup melalui email atau media komunikasi digital seperti WA,” tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com