BI Miliki Stok Uang Tunai Rp 450 Triliun, Cukup Untuk Enam Bulan

BI Miliki Stok Uang Tunai Rp 450 Triliun, Cukup Untuk Enam Bulan
Ilustrasi rupiah. (Foto: Antara / M Risyal Hidayat)
Herman / MPA Kamis, 26 Maret 2020 | 16:25 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) yang akan mempersingkat jam operasional layanan mulai 30 Maret 2020 hingga 29 Mei 2020, Gubernur BI Perry Warjiyo memastikan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai akan terpenuhi hingga enam bulan ke depan dengan stok yang dimiliki sebesar Rp 450 triliun.

Perry mengatakan BI juga telah bekerja sama dengan industri perbankan dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk menyediakan uang tunai di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami sudah menambah suplai uang di ATM-ATM dengan uang yang baru. Bahkan sejak awal Maret 2020 ini begitu Satgas menetapkan masa darurat hingga 29 Mei 2020, kami juga sudah mengkarantina uang tunai yang disetorkan oleh perbankan, dan mengganti dengan uang cetakan baru. Stok kami lebih dari cukup untuk memenuhi hampir enam bulan kebutuhan, yang kurang lebih sekitar Rp 450 triliun,” kata Perry Warjiyo dalam media briefing yang dilakukan melalui telekonferensi, Kamis (26/3/2020).

Meskipun stok uang tunai cukup untuk kebutuhan enam bulan, Perry tetap mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan transaksi secara nontunai. Upaya ini penting dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Masyarakat umumnya, mari kita gunakan nontunai. Ini kan lebih murah, lebih cepat, efisien. Gunakan uang elektronik, mobile banking, internet banking, dan juga gunakan QR kita QRIS yang sudah kami kampanyekan, sehingga kita tidak harus keluar rumah membayar kebutuhan kita sehari-hari,” pesannya.

Perry menambahkan kemudahan transaksi pembayaran nontunai ini juga didukung oleh industri tersebut yang telah memperpanjang masa berlakunya MDR (merchant discount rate) yang semula berakhir pada Mei 2020 menjadi hingga September 2020.

“Kami juga sudah mempermurah bahwa kliring SKNBI (Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia) yang semula Rp 3.500 menjadi Rp 2.900 dari bank ke masabah, sementara dari bank ke BI kami gratiskan menjadi Rp 1,” ujar Perry.



Sumber: BeritaSatu.com