BI Kembali Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Jadi 4,2% Sampai 4,6%

BI Kembali Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Jadi 4,2% Sampai 4,6%
Perry Warjiyo. (Foto: Antara)
Herman / MPA Kamis, 19 Maret 2020 | 16:56 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah penyebaran virus corona atau Covid-19 terus meluas, Bank Indonesia (BI) kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 dari semula 5,0-5,4% menjadi 4,2-4,6%.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan, revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut didasarkan pada melambatnya prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang menurunkan prospek pertumbuhan ekspor barang Indonesia, meskipun pada Februari 2020 meningkat didorong ekspor batu bara, CPO, dan beberapa produk manufaktur.

Ekspor jasa terutama sektor pariwisata juga diprakirakan menurun akibat terhambatnya proses mobilitas antar negara sejalan dengan upaya memitigasi risiko perluasan Covid-19. Selain itu, investasi nonbangunan berisiko melambat dipengaruhi menurunnya prospek ekspor barang dan jasa, serta terganggunya rantai produksi.

“Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 dari 5,0-5,4% menjadi 4,2-4,6%,” kata Perry Warjiyo dalam video conference hasil RDG Bank Indonesia, di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Pasca berakhirnya Covid -19, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2021 kembali meningkat menjadi 5,2-5,6%, antara lain dipengaruhi upaya Pemerintah memperbaiki iklim investasi melalui RUU Cipta Kerja dan Perpajakan.

Bank Indonesia juga memprakirakan pertumbuhan ekonomi global 2020 turun menjadi 2,5%, lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 2,9% dan juga proyeksi sebelumnya sebesar 3,0%. Namun pasca berakhirnya wabah Covid-19, perekonomian global diprakirakan kembali meningkat pada 2021 menjadi 3,7%, lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya 3,4%.



Sumber: BeritaSatu.com