Terus Melemah, IHSG Dibuka Minus 0,39%

Terus Melemah, IHSG Dibuka Minus 0,39%
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di Panin Sekuritas, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020.Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (06/01/2020) diprediksi masih mampu bertahan menguat di tengah tekanan sentimen global. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,04 persen atau 66,06 poin ke level 6.257,40 pada akhir perdagangan hari ini. Adapun sebanyak 4 saham menguat, 28 saham melemah, dan 639 saham stagnan dari 671 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Delapan dari sembilan sektor terpantau bergerak negatif pada Senin (6/1) pagi, dipimpin aneka industri (-1,31 persen) dan finansial (-1,30 persen). Satu-satunya sektor yang bergerak positif adalah tambang (+0,78 persen). ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Kamis, 27 Februari 2020 | 09:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,39 persen ke kisaran 5.666,58 pada awal perdagangan hari ini, Kamis (27/2/2020).

IHSG kembali tertekan sepanjang 4 hari berturut-turut, masih dengan kekhawatiran tentang penyebaran virus corona yang makin meluas di luar Tiongkok. IHSG ditutup melemah -1,7 persen ke level 5.688,9. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp 7,7 triliun, dan investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 1,75 triliun. Saham BBCA dan TPIA menjadi kontributor utama pelemahan indeks dengan melemah masing-masing -1,68 persen dan -5,81 persen. Sementara kapitalisasi pasar (market capitalization) sebesar Rp 6.599 triliun.

Kekhawatiran penyebaran corona virus yang semakin meluas di dalam dan luar Tiongkok membuat Wall Street dan bursa Asia terpuruk.

Baca juga: Penyebaran Corona Virus Meluas, Wall Street Semakin Terpuruk

Saham-saham unggulan yang tergabung dalam Investor33 turun 0,95 persen ke kisaran 429,19, indeks LQ45 turun 0,91 persen ke kisaran 914,31, JII turun 0,23 persen ke 592,26.

Sektor konsumsi turun 0,39 persen, tambang naik 0,08 persen, manufaktur turun 0,34 persen, agri turun 1,14 persen, aneka industri turun 0,04 persen, keuangan turun 1,3 persen, industri dasar turun 0,4 persen, properti turun 0,2 persen, infrastruktur turun 0,15 persen, perdagangan turun 0,01 persen.



Sumber: BeritaSatu.com