Harga Emas ke Level Tertinggi 7 Tahun karena Kekhawatiran Ekonomi Global

Harga Emas ke Level Tertinggi 7 Tahun karena Kekhawatiran Ekonomi Global
Ilustrasi emas. ( Foto: Antara / Muhammad Adimaja )
/ WBP Sabtu, 22 Februari 2020 | 08:35 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas pada perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (22/2/2020) melonjak lebih dari 1,50 persen ke level tertinggi dalam tujuh tahun. Investor memburu emas karena dinilai aman di tengah kekhawatiran kejatuhan ekonomi global akibat virus corona menyebar dengan cepat.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik ke level tertinggi sejak Februari 2013, dengan kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April melonjak US$ 28,3 atau 1,75 persen, menjadi US$ 1.648,80 per ounce.

Di pasar spot, harga emas naik 1,70 persen menjadi diperdagangkan US$ 1.646,89 per ounce pada pukul 13. 46 waktu setempat (18.46 GMT), setelah mencapai level tertinggi sejak 13 Februari 2013, di 1.648,75 pada awal sesi.

Baca JugaCoronavirus Menyebar, Harga Emas Naik ke Rekor Tertinggi

Harga logam mulai emas telah naik sekitar empat persen sejauh minggu ini, atau minggu terbaik sejak akhir Juni tahun lalu.

“Pasar sekali lagi cemas karena wabah virus corona mungkin menyebar di luar Tiongkok. Ada permintaan besar safe-haven karena perlambatan ekonomi di Tiongkok, Jepang dan Jerman diperkirakan akan bertahan pada semester pertama tahun ini,” kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

“Harapan cukup tinggi bahwa bank-bank sentral akan memberikan stimulus secara keseluruhan. Itu akan terus menopang harga emas."

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp 4.000 per Gram

Korea Selatan melaporkan 52 kasus baru, menjadikan total 156 kasus, sementara Jepang melaporkan kematian pertama dari sebuah kapal pesiar yang merupakan kumpulan infeksi terbesar di luar Tiongkok.

China juga melaporkan kenaikan dalam kasus baru. Peningkatan jumlah terinfeksi yang baru membebani saham di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Aktivitas bisnis AS di sektor manufaktur dan jasa terhenti di Februari karena perusahaan-perusahaan semakin khawatir tentang wabah, sebuah survei pembelian manajer menunjukkan pada Jumat (21/2/2020).

Data ekonomi yang buruk dari Amerika Serikat cenderung mendorong harapan untuk penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Adapun di pasar berjangka, perak pengiriman Maret naik 21,1 sen atau 1,15 persen, menjadi US$ 18,53 per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun US$ 2,9 atau 0,3 persen, menjadi US$ 976,1 per ounce.



Sumber: Xinhua, Antara