Harga Minyak Ambles karena Korban Baru Virus Corona

Harga Minyak Ambles karena Korban Baru Virus Corona
Ilustrasi minyak. ( Foto: Beritasatu.com/Muhammad Reza )
/ WBP Sabtu, 22 Februari 2020 | 08:08 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak dunia pada perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (22/2/2020) turun sekitar satu persen akibat lonjakan korban baru virus korona. Kondisi ini menekan permintaan minyak. Tanda-tanda terbaru infeksi di luar episentrum Provinsi Hubei di Tiongkok mendorong aksi jual di pasar keuangan, ketika para pembuat kebijakan G20 melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk melakukan pembicaraan tentang ekonomi global.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April sempat jatuh lebih dari dua persen sebelum ditutup turun 81 sen atau 1,4 persen, pada US$ 58,50 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret ditutup 50 sen lebih rendah atau 0,9 persen, menjadi 53,38 dolar AS per barel.

"Aman untuk mengatakan bahwa ketidakpastian (seputar Virus Corona) telah kembali dengan kuat," kata Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Dipicu Harapan Penurunan Produksi

Sementara aktivitas bisnis AS di sektor manufaktur dan jasa terhenti di Februari.

"Kekhawatiran atas virus ini sebagian besar telah mempersuram risiko-risiko untuk memasok, termasuk blokade terbaru di Libya, kata Edward Moya," analis pasar senior di OANDA di New York.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Khawatir Melemahnya Permintaan

PBB mengatakan pembicaraan gencatan senjata akan dilakukan antara pasukan yang berebut ibu kota Libya. Sementara Houthis Yaman mengatakan mereka telah menyerang fasilitas raksasa minyak Saudi, Aramco di pelabuhan Yanbu, Laut Merah.

Di Amerika Serikat, jumlah rig minyak, indikator produksi di masa depan, naik untuk minggu ketiga berturut-turut. Pengebor menambahkan satu rig minyak minggu ini, sehingga jumlah totalnya menjadi 679 rig, tertinggi sejak minggu 20 Desember, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co.



Sumber: Xinhua, Antara