Demi Investasi, Jokowi Rela Namanya Dipakai Kepala BKPM

Demi Investasi, Jokowi Rela Namanya Dipakai Kepala BKPM
Presiden Joko Widodo (Jokowi) seusai membuka Rakornas Investasi 2020 yang digelar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (20/2/2020). ( Foto: Beritasatu.com / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FMB Kamis, 20 Februari 2020 | 15:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2020 yang digelar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan namanya sering kali dipakai Kepala BKPM Bahlil Lahadalia untuk menyelesaikan masalah yang menghambat laju investasi.

“Meskipun sering pakai nama saya, Presiden, untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada, enggak apa-apa. Saya sampaikan tidak apa-apa. Gunakan nama saya, tapi untuk sebuah kebaikan, untuk sebuah kecepatan proses nyata, tidak apa-apa,” kata Jokowi di lokasi acara, Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Ia menilai, Bahlil Lahadalia sangat gamblang dalam menentukan arah investasi yang masuk ke Indonesia. “Pak Bahlil secara gamblang sekali, saya senang Pak Bahlil ini secara gamblang, jelas arahnya ke mana, itu kelihatan,” ujar Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menerangan posisi Gross Domestic Product (GDP) Indonesia berada di peringkat 15 dunia. Sehingga membuat Indonesia masuk dalam negara G20. Bahkan, bila dihitung dari GDP PPP (purchasing, power, parity), Indonesia sudah berada di peringkat tujuh dunia.

“Oleh sebab itu, banyak yang sudah menghitung, bahwa Indonesia nanti akan menjadi empat besar terkuat ekonominya di tahun 2045. Baik Bank Dunia, IMF, McKinsey, Bappenas, hitungannya sama. Kalau kita bisa pertahankan ekonomi kita sekarang terus menerus atau menaikkan pertumbuhan ekonomi di angka enam hingga tujuh, maka tak perlu menunggu tahun 2045, tapi mungkin di 2040 kita sudah bisa masuk ke angka tujuh dunia,” ungkap Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com