Jokowi: Tampilkan Transformasi Ekonomi RI di Hannover Messe 2020

Jokowi: Tampilkan Transformasi Ekonomi RI di Hannover Messe 2020
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berfoto bersama German Federal Minister for Economic Affairs and Energy Germany, Peter Altmaier usai Penandatangan Kontrak "Indonesia Official Partner Country at Hannover Messe 2020" di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 1 November 2018. Menperin mengatakan, dengan penadatanganan ini, Indonesia merupakan negara ASEAN pertama yang akan menjadi Official Partner Country pada Hannover Messe 2020. (Foto: Kemperin)
Novy Lumanauw / Lenny Tristia Tambun / FMB Senin, 17 Februari 2020 | 18:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, keikutsertaan Indonesia pada pameran Hannover Messe 2020 harus menampilkan wajah Indonesia, yang kini sedang bertransformasi ekonomi Industri 4.0.

Indonesia akan ikut serta pada Pameran Hannover Messe 2020, yang akan berlangsung pada 20-24 April 2020.

“Waktunya sudah sangat mepet sekali, tinggal dua bulan lagi, yaitu pada bulan April sehingga betul-betul dilakukan persiapan yang matang. Tampilkan wajah Indonesia sebagai negara emerging yang tengah melakukan transformasi ekonomi ke industri 4.0, moving zero berbasis riset, dan inovasi penting untuk kita tampilkan,” kata Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas Kabinet Indonesia Maju di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Rapat yang dihadiri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, secara khusus membahas tentang persiapan keikutsertaan Indonesia pada Hannover Messe 2020 dan World Expo Dubai 2020.

Presiden Jokowi mengatakan, pada kedua pameran dagang itu wajib ditampilkan wajah Indonesia sebagai negara yang menarik untuk diajak bekerja sama, mulai dari pengembangan industri, energi ramah lingkungan, dan biodiesel.

”Kita memiliki potensi nikel terbesar di dunia dan nantinya bisa menghasilkan lithium ion battery, yang berperan pada generasi masa depan,” kata Presiden Jokowi.

Ia mengatakan, sebagai official partner country pertama di ASEAN pada Hannover Messe 2020, Indonesia harus benar-benar mengambil manfaat dan peluang sebesar-besarnya bagi peningkatan ekonomi. Keikutsertaan itu juga harus dijadikan sebagai pintu masuk untuk mewujudkan tekad Indonesia sebagai pintu masuk promosi perdagangan pariwisata dan investasi.

”Saya mendapatkan laporan bahwa Hannover Messe akan diikuti 91 negara dan dihadiri lebih dari 200 ribu pengunjung, di mana 68 persen adalah CEO-CEO perusahaan besar dan diperkirakan akan mendorong terciptanya sekitar 6,5 juta kontrak bisnis,” kata Presiden Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com