Pemerintah Diharapkan Bisa Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi 5%

Pemerintah Diharapkan Bisa Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi 5%
Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia Terpilih, Mari Elka Pangestu (kiri) saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, 11 Februari 2020. ( Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden )
Lenny Tristia Tambun / JAS Selasa, 11 Februari 2020 | 15:59 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia Terpilih, Mari Elka Pangestu mengharapkan pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus terjaga seperti saat ini, yaitu bertahan di angka lima persen.

Ia berpandangan di tengah ketidakpastian global, mampu mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi di kisaran angka lima persen merupakan suatu hal yang tak mudah dan patut disyukuri.

"Yang penting kita harus merasa beruntung kita bisa mempertahankan stabil di angka lima. Itu sudah sangat baik dalam keadaan dunia seperti ini,” kata Mari Elka Pangestu seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Dijelaskannya, pada kuartal pertama tahun 2020, wabah virus korona akan membawa dampak negatif bagi sektor pariwisata, transportasi dan travel. Kondisi ini juga dibahasnya saat bertemu dengan Presiden Jokowi.

Agar sektor pariwisata tidak terdampak mengalami penurunan adanya wabah virus korona, Mari Elka Pangestu menyarankan agar pemerintah lebih banyak mendorong sumber pertumbuhan pariwisata dari dalam negeri.

“Ini bisa dengan melalui insentif, melalui subsidi atau menciptakan event-event. Kalau sektor pariwisata mampu menciptakan event di dalam negeri maka bisa membantu sektor perhotelan, restoran, dan makanan. Ini saya rasa perlu dipikirkan persis seperti waktu 2008 krisis,” ujar Mari Elka Pangestu.

Tidak hanya itu, pemerintah juga harus memikirkan bagaimana mengamankan daya beli. Ada program-program untuk mendorong konsumsi atau sektor-sektor tertentu. Misalnya, ketika sektor pariwisata mengalami penurunan, bila tidak segera diantisipasi, maka kehilangan wisatawan Tiongkok sejumlah 2 juta sangat langsung terasa pada pertumbuhan pariwisata di Bali atau Manado.

“Untuk mendorong industri pariwisata, perlu dipikirkan apakah mereka diberikan keringanan, atau diberikan bantuan program-program. Sebetulnya itu yang perlu kita lakukan,” tukasnya.

Kendati demikian, dia memprediksi pada kuartal pertama, laju pertumbuhan ekonomi akan turun sedikit di bawah lima persen. Namun pada kuartal kedua, laju pertumbuhan ekonomi akan membaik bisa bertahan di angka lima persen.

“Mungkin bisa sedikit di bawah di kuartal satu, karena banyak ketidakpastian, mungkin bisa saja lebih rendah. Tetapi di Kuartal kedua, harusnya membaik, karena menjelang puasa dan Lebaran, di sektor consumer goods pasti naik. Lebaran itu di Mei,” papar Mari Elka Pangestu.

Menurutnya, Indonesia beruntung karena bisa mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi di angka lima persen. Kondisi ini sangat baik dibandingkan negara-negara lain.

“Saya baru dari Singapura, sepinya luar biasa. Singapura pasti bisa mengalami resesi. Hong Kong apalagi. Dibandingkan negara-negara tetangga, kita sebetulnya punya pasar dalam negeri yang besar dan kita punya proses mencari pertumbuhan baru menjaga di lima persen. Sebenarnya itu yang paling penting,” jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com