Wilayah Penyangga DKI, Kenaikan Harga Properti Depok Paling Tinggi

Wilayah Penyangga DKI, Kenaikan Harga Properti Depok Paling Tinggi
Ilustrasi pembangunan apartemen. (Foto: Antara)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 31 Januari 2020 | 20:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Harga properti di Depok mengalami kenaikan paling tinggi dibandingkan empat wilayah penyangga DKI Jakarta, yakni Bogor, Tangerang, Bekasi. Keterbatasan lahan dan pasokan serta mudahnya akses transportasi menjadi pemicunya.

"Rumah.com Indonesia Property Market Index kuartal IV-2019 mencatat indeks harga hunian di Depok yang ditawarkan penjual berada pada titik 133,2 pada kuartal keempat 2019, mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 12,96 persen dibandingkan kuartal IV-2018 (year-on-year),” kata Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (31/1/2020).

Sementara dari sisi suplai, Ike Hamdan mengatakan, properti di Depok terus menyusut. Menurut Rumah.com Indonesia Property Market Index, Depok sempat mencapai titik suplai properti tertinggi pada kuartal ketiga 2017 sebesar 118,1, namun kemudian terus mengalami penurunan hingga 77,2 pada kuartal keempat 2019. Sepanjang tahun 2019, suplai hunian di Depok di bawah 100.

“Depok adalah kota di Indonesia yang memiliki kenaikan indeks harga properti paling besar dengan suplai properti paling sedikit. Bisa dibilang kenaikan indeks properti di Depok merupakan 5x kenaikan indeks properti nasional,” ungkap Ike Hamdan.

Kenaikan harga properti Depok juga didorong semakin banyaknya pilihan akses transportasi. Selain baikya pelayanan Kereta Rel Listrik (KRL), beroperasinya Seksi I Jalan Tol Depok–Antasari (Desari) juga turut memberi andil. Tol ini akan terkoneksi dengan Tol Bogor Ring Road Ciawi. Apalagi saat ini berkembang wacana pembangunan transportasi publik berbasis rel (monorel) Depok.

Ike menambahkan bahwa sistem transportasi massal dalam kota memiliki dampak nyata pada kenaikan harga properti. Keberadaan koridor transportasi baru, penambahan akses transportasi atau perubahan sistem transportasi massal akan meningkatkan potensi investasi properti di suatu wilayah. “Mulai beroperasinya akses transportasi menuju Depok akan mendongkrak harga properti karena meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, dan mengurangi waktu perjalanan," jelas Ike Hamdan.

Ike Hamdan juga menjelaskan dengan keterbatasan lahan, arah pengembangan penyediaan properti baru di Kota Depok mulai mengarah pada hunian vertikal atau apartemen. "Terutama di kawasan Margonda, semakin marak pembangunan hunian vertikal tersebut di tengah mahal lahan untuk membangun rumah tapak," kata Ike Hamdan

Bagi para pencari properti di wilayah Depok penting sekali untuk melakukan survei langsung ke lokasi idaman. Selain bisa mengetahui langsung kondisi lingkungan perumahannya, fasilitas dan potensi sekitar, konsumen juga bisa mengukur jarak tempuh dan mempelajari akses transportasi dan fasilitas umum yang ada.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index ini memiliki akurasi tinggi untuk mengetahui dinamika di pasar properti di Indonesia, karena hasil analisis 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.



Sumber: BeritaSatu.com