Gelar IPO, Karya Bersama Anugerah Tawarkan Harga Perdana Rp 100 – Rp 160

Gelar IPO, Karya Bersama Anugerah Tawarkan Harga Perdana Rp 100 – Rp 160
Pengunjung melihat papan elektronik perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia. ( Foto: beritasatu photo / mohammad defrizal )
Mashud Toarik / MT Jumat, 31 Januari 2020 | 15:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pengembang properti yang berbasis di Balikpapan, Kalimantan Timur, PT Karya Bersama Anugerah menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 2,150 miliar lembar saham baru kepada publik. Jumlah ini setara dengan 30% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah IPO.

Adapun harga saham perdana yang ditawarkan sebesar Rp 100 – Rp 160 dengan harga nominal Rp 20 per saham. Dalam aksi korporasi ini Perseroan menunjuk PT Danatama Makmur selaku penjamin emisi efek.

Direktur Utama PT Karya Bersama Anugerah Nicholas Sumasto mengatakan, dalam IPO tersebut pihaknya membidik total dana sebesar Rp 215 miliar. Dari jumlah tersebut sebagian besar atau mencapai Rp 152 miliar akan dialokasikan untuk pembelian lahan potensial di daerah Balikpapan dengan luas sekitar 14 Hektare, yang akan segera dikembangkan secara bertahap dengan konsep rusunami. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja (working capital).

Dikatakannya, dengan adanya penambahan portofolio landbank di Balikpapan, Peseroan dapat dengan cepat menangkap peluang pasar yang saat ini sangat besar dan merealisasikan rencana kerja Peseroan.

"Perseroan percaya pada akhirnya rencana ini dapat meningkatkan kinerja Perseroan dan akhirnya menambah nilai bagi pemegang saham”, kata Nicholas Sumasto dalam keterangan persnya, Jumat (31/1/2020).

Bersamaan dengan penawaran umum saham ini, Perseroan juga menerbitkan Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi calon investor yang membeli saham dalam Penawaran Umum Perseroan ini.

Setiap pemegang lima saham baru Perseroan berhak memperoleh empat waran dimana setiap satu waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli satu saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portapel.

Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu selama tiga tahun. Dana hasil pelaksanaan warran Seri I akan digunakan untuk penambahan modal kerja.

Terkait jadwal IPO, hari ini Perseroan menggelar acara Due Diligence Meeting & Public Expose IPO di Jakarta. Kegiatan book building telah dilakukan sejak 28 Januari dan akan berakhir pada 5 Februari 2020. Sementara target pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia diharapkan berlangsung pada 24 Februari 2020.

Untuk kinerja, per kuartal III-2019, perusahaan real estate yang menyasar segmen pasar menengah-bawah ini tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 15,98 miliar yang bersumber dari bisnis real estate sebesar 99,87% atau sebesar Rp 15,96 miliar, sementara segmen pengelolaan lingkungan menyumbang pendapatan 0,12% atau sebesar Rp 19,99 juta. Sedangkan laba usaha serta laba bersih Perseroan masing-masing adalah sebesar Rp 2,77 miliar dan Rp 613 juta.

 



Sumber: Majalah Investor