Investor Beralih ke Saham, Harga Emas Turun

Investor Beralih ke Saham, Harga Emas Turun
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
/ WBP Rabu, 29 Januari 2020 | 08:53 WIB

Chicago, Beritasatu.com- Harga emas berbalik turun pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (29/1/2020), karena pasar ekuitas rebound menyusul data ekonomi AS yang positif. Sementara dolar AS menguat mendekati tertinggi dua bulan menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun US$ 7,60 atau 0,5 persen, menjadi US$ 1.569,80 per ounce.

Sementara bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Selasa malam waktu setempat atau Rabu pagi WIB (29/1/2020) ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 187,1 poin (0,66 persen) menjadi 28.723 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 130,4 poin (1,43 persen) menjadi 9.270 poin. Indeks S&P 500 bertambah 32,6 poin (1,01 persen) menjadi 3.327 poin.

Pertemuan kebijakan pertama The Fed tahun ini dijadwalkan akan dimulai hari ini, dan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

"Namun, kekhawatiran bahwa wabah virus korona dapat menghambat ekonomi global bertahan, mendukung permintaan emas secara keseluruhan," kata Julius Baer,​​ analis di Carsten Menke.

Reaksi terhadap virus yang menyebar di seluruh pasar dan penurunan harga minyak menunjukkan perlambatan kegiatan ekonomi di Tiongkok.

Di tempat lain, paladium naik 1,2 persen menjadi US$ 2.295,53 per ounce, setelah jatuh sekitar tujuh persen pada (27/1/2020).

Sementara di pasar berjangka, perak untuk pengiriman Maret turun 59,8 sen atau 3,3 persen, menjadi US$ 17,458 per ounce. Platinum untuk penyerahan April naik US$ 3,30 atau 0,3 persen, menjadi US$ 995,00 per ounce.



Sumber: Xinhua, Antara