Pertamina EP-Pemkab Bojonegoro Teken MoU Pengeboran Migas

Pertamina EP-Pemkab Bojonegoro Teken MoU Pengeboran Migas
President Director Pertamina EP Nanang Abdul Manaf, Bupati Bojonegoro Anna Mu?awanah, Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Dirjen Migas Mustafid Gunawan, Deputi Operasi Satuan Kerja SKKMigas Julius Wiratno dan General Manager Pertamina EP Asset 4 Agus Amperianto usai acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pertamina EP dengan Pemkab Bojonegoro di Yogyakarta, Jumat (24/1/2020) ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FMB Minggu, 26 Januari 2020 | 13:09 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero), yang bergerak di sektor hulu migas menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terkait rencana pengeboran sumur di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur. Terobosan Pertamina EP ini merupakan yang perdana di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama KKKS.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pertamina EP dengan Pemkab Bojonegoro itu berlangsung di Yogyakarta, Jumat (24/1/2020), yang dihadiri oleh President Director Pertamina EP Nanang Abdul Manaf, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Dirjen Migas Mustafid Gunawan, Deputi Operasi Satuan Kerja SKKMigas Julius Wiratno dan General Manager Pertamina EP Asset 4 Agus Amperianto.

President Director Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf, mengatakan bahwa penandatangan Nota Kesepahaman itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan dan diskusi sebelumnya yang membahas rencana pemboran di Kabupaten Bojonegoro serta berbagai kontribusi yang memungkinkan diberikan oleh Pertamina EP kepada Kabupaten Bojonegoro.

“Ini adalah event yang sangat langka dan membahagiakan karena dihadiri oleh stakeholder utama yaitu, Bupati Bojonegoro, Sekjen DEN, Dirjen Migas, Deputi Operasi SKKMigas. Selain itu, penandatanganan MoU antara PT Pertamina EP dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Pertamina EP," kata Nanang dalam keterangan tertulis, Minggu (26/01/2020).

Nanang menambahkan, dalam kesempatan itu telah ditandatangani dua poin kesepakatan penting. Yaitu, rencana pemboran Sumur SKW I005 di Pad C dan pemboran eksplorasi. "Semoga dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman ini, kedua kegiatan tersebut bisa berjalan lancar, aman dan memberikan hasil sesuai yang diharapkan," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyatakan bahwa, Nota Kesepahaman ini merupakan perikatan yang tertulis secara resmi antara Pemerintah Daerah dan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bojonegoro. “Kami sungguh mendukung program pemerintah pusat dan operasi perusahaan, termasuk juga proses perizinan serta revisi Rencana Tata Ruang Wilayah untuk kelancaran operasi. Namun demikian, kami juga meminta untuk didukung terhadap Tata Kelola Daerah seperti PAD untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Bojonegoro," kata Anna.

Sementara itu, Deputi Operasi SKKMigas, Julius Wiratno mengungkapkan bahwa Nota Kesepahaman ini merupakan yang perdana dilakukan di lingkungan SKKMigas dan KKKS. "Kami menyambut baik Nota Kesepahaman antara KKKS dan pemerintah kabupaten setempat. Hal ini merupakan mutual benefit untuk kedua belah pihak," ungkap Julius.

Lebih lanjut, Julius menyatakan harapan dari SKKMigas adalah ke depan kerja sama ini akan semakin lebih baik. "Dalam konteks penandatanganan MoU ini, kami melihat di Bojonegoro ini sudah ada offtaker untuk buyer gas. Hal ini sangat bagus karena hal tersebut berarti sudah ada penjamin untuk gas bisa diproduksikan lebih lanjut,” ujarnya.

Sekjen DEN, Djoko Siswanto, yang mewakili Kementerian ESDM menuturkan bahwa pihaknya sangat mendukung terlaksananya Nota Kesepahaman antara Pertamina EP dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro karena hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah dan perusahaan. Langkah ini pun juga selaras dengan kebijakan energi nasional.

"Pemerintah akan mengembangkan sumber energi terdekat dari lokasi pemerintah setempat. Misalnya potensi daerah memiliki potensi gas, maka gas tersebut yang akan didorong untuk memenuhi kebutuhan energi daerah tersebut," papar Djoko.

Sementara itu, General Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto, menambahkan, Nota Kesepahaman dengan Pemkab Bojonegoro yang merupakan pertama kalinya dilakukan Pertamina EP akan memberi jalan bagi kelancaran kegiatan pemboran di wilayah Bojonegoro. "Apabila kegiatan pemboran ini berhasil maka diharapkan bisa memberi sumbangsih bagi negara pada umumnya dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro khususnya," pungkasnya.



Sumber: Investor Daily