Wall Street Bervariasi Sejalan Laba Emiten dan Data Ekonomi

Wall Street Bervariasi Sejalan Laba Emiten dan Data Ekonomi
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Spencer Platt )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 23 Januari 2020 | 08:27 WIB

New York, Beritasatu.com- Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Rabu malam waktu setempat atau Kamis pagi WIB (23/1/2020) ditutup menguat.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 9,6 poin (0,03 persen) mencapai 29.186, Nasdaq composite index naik 12,9 (0,14 persen) mencapai 9.383, sedangkan S&P 500 index naik 0,9 poin (0,84 persen) mencapai 3.321.

Bursa Wall Street ditutup ditutup bervariasi dengan mayoritas indeks utama rebound pada akhir perdagangan. Optimisme pasar ditopang International Business Machines (IBM) yang mencetak pertumbuhan pendapatan kuartalan yang mengejutkan dan laba setahun penuh diperkirakan akan lebih tinggi dari prediksi. Saham IBM melonjak 3,4 persen.

Tindakan pencegahan global telah diberlakukan untuk mencegah wabah virus dari Tiongkok yang kini telah merenggut 17 nyawa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah bersidang untuk menentukan apakah tergolong darurat kesehatan global.

Di tengah acara pemimpin dunia yang sedang berlangsung, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Uni Eropa tidak memiliki pilihan selain merundingkan kesepakatan perdagangan yang baru dengan Amerika. Hal ini akan menjadi indikasi bahwa perang dagang tidak akan terjadi hanya kepada Tiongkok, namun kepada semua negara yang membuat Amerika defisit. Negara negara tersebut adalah Meksio, Kanada, Jerman, Jepang, Irlandia, Vietnam, dan Italia.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, enam sektor mengakhiri sesi di wilayah positif. Sektor teknologi naik paling tinggi, sementara energi mencatat penurunan terbesar.

Di sisi ekonomi, penjualan existing homes (rumah yang sebelumnya telah dimiliki) pada Desember naik dari perkiraan ekonom sebelumnya untuk mencapai dekat tertinggi dua tahun.



Sumber: CNBC