Jaga Elite Dunia di Davos, Anggaran Sniper dan Tentara Rp 127 M

Jaga Elite Dunia di Davos, Anggaran Sniper dan Tentara Rp 127 M
Seorang penembak jitu mengamankan atap di sebelah Pusat Kongres pada Forum Ekonomi Dunia (WEF) 16 Januari 2017 di Davos, Swiss. ( Foto: CNBC/Coffrini Kain )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 21 Januari 2020 | 11:06 WIB

Davos, Beritasatu.com - Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) ke-50 di Davos, Swiss pada 21-24 Januari 2020 dihadiri para pemimpin negara dan pemimpin bisnis global. Keselamatan para tamu VVIP itu adalah prioritas utama.

Presiden AS Donald Trump, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, direktur pelaksana baru Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva, Kanselir Jerman Angela Merkel dan aktivis iklim Greta Thunberg sedikit dari beberapa nama terkenal yag diperkirakan dihadiri 3.000 peserta di puncak di Pegunungan Alpen Swiss.

Dengan banyaknya orang menonton acara tersebut untuk melihat elite dunia memperbaiki kondisi dunia, Swiss dan WEF memikul beban tanggung jawab yang besar untuk memastikan mereka dijaga dengan aman.

Melihat kondisi ini, aspek keamanan sangat ketat di Davos. Tentara berpatroli di jalan-jalan kota kecil. Selain itu, pemeriksaan keamanan dilakukan terhadap semua orang, termasuk kendaraan dan tas menuju akses ke daerah tersebut. Penembak jitu (sniper) ditempatkan di atap bangunan.

Forum ini diadakan di negara bagian Graubünden-the Canton of Grisons- Swiss. Adapun pemerintah daerah bertanggung jawab atas keamanan dibanding Kementerian Pertahanan Swiss, meskipun otoritas setempat dapat meminta bantuan dari polisi di luar negara bagian serta dari angkatan bersenjata Swiss, yang menghadiri acara tersebut.

Biaya Keamanan
Canton of Grisons menyatakan bahwa biaya keamanan tahun 2020 untuk Pertemuan Tahunan WEF 2020 diperkirakan berjumlah 9 juta franc Swiss (US$ 9,35 juta) atau setara Rp 127,7 miliar.

Seperempat dari biaya tersebut ditanggung oleh WEF (sekitar 2,25 juta franc Swiss), seperempat lainnya oleh Canton of Grisons. Sementara kota Davos membayar seperdelapan biaya dan pemerintah federal sekitar sepertiga (sekitar 3,3 juta franc Swiss). Pada tahun-tahun sebelumnya, tentara telah mengeluarkan biaya sekitar 32 juta franc Swiss setiap pertemuan tahunan.

WEF mencatat bahwa, secara keseluruhan, kehadiran angkatan bersenjata untuk mendukung acara tersebut didanai melalui anggaran Departemen Pertahanan Swiss. Parlemen Swiss mengizinkan menempatkan 5.000 personel angkatan bersenjata pada 2019-2021.

“Secara keseluruhan, biaya penempatan pasukan pada Pertemuan Tahunan WEF hampir sama dengan yang dikeluarkan oleh batalion yang sama ketika menjalani pelatihan reguler. Pada tahun-tahun sebelumnya, penempatan angkatan bersenjata menelan biaya sekitar 32 juta franc Swiss per pertemuan,” catat WEF.

Pemerintah Swiss menyatakan bahwa ancaman teroris di banyak negara Eropa tetap tinggi. Serentetan serangan di Eropa dan dampak media juga dapat menghasut orang-orang yang teradikalisasi di Swiss untuk melakukan serangan teroris.

“Otoritas keamanan di tingkat federal dan kewilayahan terus memantau situasi dan mengambil tindakan yang sesuai jika perlu. Tindakan pencegahan keamanan dengan kehadiran polisi, pengintaian intensif dan pemeriksaan polisi diperlukan pada tahun 2020 untuk memastikan bahwa Pertemuan Tahunan WEF berjalan dengan aman," demikian WEF.



Sumber: CNBC