IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi, Investor Bisa Trading Saham Sektor Ini

IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi, Investor Bisa Trading Saham Sektor Ini
Ilustrasi IHSG ( Foto: Investor Daily / DAVID GITA ROZA )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 21 Januari 2020 | 08:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi melemah menyusul sentimen negatif eksternal.

"Diperkirakan pelemahan berlanjut di tengah liburnya bursa AS semalam," kata riset PT MNC Sekuritas dikutip Beritasatu.com, Selasa (21/1/2020).

Riset itu menyebutkan, faktor negatif juga datang dari melemahnya indeks beberapa bursa di Asia Selasa pagi.

Di sisi lain, menguatnya harga beberapa komoditas di antaranya nikel, CPO, timah dan emas di tengah apresiasi rupiah terhadap dolar AS, sebenarnya, membuka peluang mendorong penguatan saham.

Secara teknikal, IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran 6.196 - 6.288.

Untuk rekomendasi saham investor bisa melakukan trading harian atas saham sektor farmasi, bank, TI, retail, kimia/energi, infrastruktur dan konsumer.

Dari eksternal, IMF kurang optimistis dengan pemulihan ekonomi global tahun 2020. Pelemahan di pasar negara berkembang seperti India dan meningkatnya keresahan sosial telah menyebabkannya diturunkannya perkiraan pertumbuhan ekonomi pada 2020. IMF sekarang memperkirakan pertumbuhan 3,3 persen pada 2020, turun dari proyeksi 3,4 persen pada Oktober. IMF juga menurunkan prospek pertumbuhan pada 2021 sebesar 0,2 poin secara persentase menjadi 3,4 persen.

Sementara IHSG pada penutupan perdagangan Senin (20/1/2020) turun 46,6 poin (0,75 persen) ke level 6.245,0. Kapitalisasi pasar sebesar Rp 7.231 triliun. Indeks Investor33 turun 3,3 poin (0,71 persen) mencapai posisi 471,9. Indeks LQ-45 turun 7,6 poin (0,75 persen) ke level 1.022,0. Adapun indeks berbasis syariah yang tergabung Jakarta Islamic Index (JII) melemah 4,6 poin (0,67 persen) menjadi 687,9.



Sumber: BeritaSatu.com