Konflik Libia Dorong Harga Emas

Konflik Libia Dorong Harga Emas
Ilustrasi emas. ( Foto: Antara / Ari Bowo Sucipto )
/ WBP Selasa, 21 Januari 2020 | 08:35 WIB

London, Beritasatu.com - Harga emas mencapai tingkat tertinggi lebih dari satu pekan pada perdagangan terakhir Senin atau Selasa pagi WIB (21/1/2020), karena pembeli melakukan lindung nilai terhadap ketegangan di Libya dan proses pemakzulan terhadap Presiden AS Donald Trump, saat pasar AS tutup untuk hari libur.

Harga spot emas naik 0,2 persen menjadi US$ 1.559,99 per ounce pada 15.14 GMT, setelah sebelumnya menyentuh tertinggi sejak 10 Januari di US$ 1.562,51 per ounce. Emas berjangka AS sedikit berubah pada US$ 1.560,20 per ounce.

"Investor berbondong-bondong membeli emas terlepas dari lonjakan pasar ekuitas, sebagian besar karena ketidakpastian jangka panjang seperti ketidakamanan politik, kemungkinan volatilitas pasar ekuitas ..., ekspektasi laba yang lemah, dan suku bunga yang sangat rendah," kata analis Commerzbank Eugen Weinberg.

Investor terus mengawasi perkembangan di Timur Tengah setelah blokade militer menyebabkan penutupan fasilitas minyak di Libya. Hal ini membuat harga minyak ke level tertinggi lebih dari satu minggu pada Senin (20/1/20).

Itu terjadi setelah serangan oleh Houthi yang didukung Iran terhadap sebuah kamp pelatihan militer di Yaman pada Sabtu (18/1/2020).

Di Washington, Presiden Donald Trump akan menawarkan pertahanan komprehensif pertamanya pada Senin (20/1/2020) sebelum persidangan pemakzulan di Senat.

Sementara perak naik 0,3 persen menjadi US$ 18,06 per ounce, sedangkan platinum naik sekitar 0,5 persen menjadi US$ 1,012,55 per ounce.



Sumber: Xinhua, Antara