BSN Dorong UMKM di Jatim Terapkan SNI

BSN Dorong UMKM di Jatim Terapkan SNI
Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya bersama pelaku UKM di sela acara sosialisasi ‘Manfaat Standardisasi untuk Pemastian Mutu/Keamanan Produk dan Daya Saing Industri/UMKM’ di Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Jumat, 17 Januari 2020 | 23:26 WIB

Pasuruan, Beritasatu.com - Badan Standardisasi Nasional (BSN) terus mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Timur (Jatim) menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk meningkatkan daya saing produknya baik di pasar domestik maupun pasar ekspor.

Upaya itu dilakukan dengan menggelar sosialisasi kepada 50 UMKM di Jatim bertema "Manfaat Standardisasi untuk Pemastian Mutu/ Keamanan Produk dan Daya Saing Industri/UMKM" di Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/1/2020).

Kepala BSN, Bambang Prasetya mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan upaya BSN guna mendukung pemberdayaan UMKM di Jatim. Standardisasi mutu dan keamanan produk diperlukan oleh UMKM di Jatim untuk meningkatkan daya saing mereka baik di dalam maupun luar negeri.

"Jumlah mereka mencapai jutaan, sehingga pemerintah dan semua pihak harus hadir untuk mendukung para pelaku UMKM menerapkan standardisasi. Kita terus berupaya menciptakan role model penerapan SNI yang banyak pihak perlu diajari," kata Bambang.

Menurut Bambang, saat ini banyak pihak yang sudah melakukan pendampingan UMKM. Baik itu dari Kementerian sampai CSR berbagai perusahaan. "Semua kelompok yang mendampingi itu harus menggiring UMKM untuk memiliki SNI, biar pemasaran mereka lebih luas," jelasnya.

Makanya, lanjut Bambang, apa yang sudah dilakukan SETC ini sudah bagus. Mereka membina UMKM sampai ke tingkat pemasarannya. "Tinggal nambahin saja di ujung, apakah perlu di-SNI. Sehingga UMKM lebih maju," ucapnya.

Ditambahkan Bambang, Jatim sebagai salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah UMKM yang sangat besar berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Jatim juga kerap kali mempromosikan komoditi UMKM unggulannya seperti industri makanan dan minuman, tekstil dan alas kaki.

Pada awal tahun 2019, tercatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur sebesar Rp2.189,78 triliun. "Potensi UMKM yang ada saat ini dapat ditingkatkan lagi dengan standardisasi untuk dapat memperluas pasar dan mendapatkan kepercayaan konsumen,” tandas Bambang.

Bambang menuturkan standardisasi bertujuan untuk melindungi masyarakat konsumen, tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana mendukung iklim usaha yang kondusif dan peningkatan daya saing antar pelaku usaha.

"Peran BSN adalah sebagai lembaga yang mendukung proses pembangunan di Indonesia baik dalam konteks pembangunan fisik, pengelolaan sumber daya alam yang efisien, serta pembangunan manusia Indonesia yang berdaya saing tinggi lewat standardisasi,” ujarnya.

Saat ini, BSN secara proaktif hadir di tengah-tengah pelaku UMKM untuk meningkatkan kesadaran mengenai iklim usaha yang saat ini sangat kompetitif. "Kami memiliki banyak role model dari usaha kecil dan mikro yang didampingi BSN selama beberapa tahun sehingga sukses," kata Bambang.

 

 



Sumber: BeritaSatu.com