Logo BeritaSatu

Jokowinomics Diyakini Dorong Ekonomi RI di Tengah-tengah Kemelut Global

Senin, 9 Desember 2019 | 19:49 WIB
Oleh : Herman / FMB

Labuan Bajo, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan di 2019 cukup baik, dan diperkirakan akan terus membaik pada 2020. Perbaikan perekonomian di Indonesia juga diyakini bakal meningkat lebih tinggi dalam jangka menengah.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Endy Dwi Tjahjono menyampaikan, pada 2019 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkiraian mencapai sekitar 5,1 persen, dan di 2020 diroyeksikan mencapai kisaran 5,1 persen hingga 5,5 persen. Sementara inflasi di tahun ini diprediksi 3,1 persen, dan di 2020 diproyeksikan mencapai 3 persen plus minus 1 persen.

"Untuk current account deficit (defisit neraca berjalan) pada tahun ini diperkirakan sekitar 2,7 persen, sementara di 2020 akan kita jaga di bawah 3 persen di angka 2,5 persen sampai 3,0 persen. Kredit di tahun ini kita proyeksikan tumbuh 8 persen, lalau di 2020 sekitar 10 persen sampai 12 persen. Sedangkan Dana Pihak Ketiganya 8 persen dan di 2020 sekitar 8 persen sampai 10 persen,” papar Endy Dwi Tjahjono, di acara pelatihan wartawan Bank Indonesia, di Labuan Bajo, Senin (9/12/2019).

BI: Belum Ada Tanda-tanda Ekonomi Global Membaik

Dalam jangka menengah panjang, lanjut Endy, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2024 diproyeksikan lebih tinggi lagi mencapai 5,5 persen hingga 6,1 persen, defisit transaksi berjalan 2,3 persen sampai 2,8 persen PDB, kemudian inflasi sekitar 2 persen sampai 4 persen.

Keyakinan yang sama juga disampaikan SVP Ekonom Bank BNI, Ryan Kiryanto. Omnibus Law yang dicanangkan pemerintah menurutnya bisa menjadi jurus jitu untuk mendongkrak perekonomian Indonesia di tahun depan dan tahun-tahun mendatang. Selain itu, tujuh perintah Presiden Jokowi kepada para menterinya juga akan menjadi garansi pemerintah untuk menuju perekonomian yang lebih baik.

Tujuh perintah Presiden Jokowi yaitu jangan korupsi; tidak ada visi-misi menteri, yang ada visi-misi presiden dan wakil presiden, semua harus kerja cepat, kerja keras, dan bekerja yang produktif; jangan terjebak pada rutinitas yang monoton; kerja yang berorientasi pada hasil nyata; selalu mengecek masalah di lapangan dan temukan solusinya; dan harus serius dalam bekerja.

"Tujuh perintah itu menjadi garansi kita dan kami yakini angka 5,1 persen atau bahkan 5,5 persen possible kalau kita lebih produktif lagi," ujar Ryan.

Ketika terjadi perlambatan ekonomi global, Ryan mengatakan Indonesia sebetulnya masih tergolong aman karena tidak begitu tergantung pada geliat perdagangan antarnegara seperti halnya Tiongkok, Jepang, atau negara-negara Uni Eropa.

“Ketika ekonomi dunia melemah, negara yang terpukul duluan adalah yang export-oriented, dan negara-negara yang terlibat di dalam global value chain. Kebetulan, Indonesia relatif tidak terlalu banyak terlibat dalam kegiatan ekspor, dan juga minimal terkait dalam global value chain atau global supply chain. Sehingga ketika ekonomi negara lain seperti Tiongkok, Jepang, dan negara Uni Eropa mengalami pelemahan, kita relatif terisolasi, tetapi tidak imun. Kita masih bisa tumbuh di atas 5 persen,” kata Ryan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Suntik Mati TV Analog Jabodetabek Diundur Jadi 2 November

Kemenkominfo memutuskan menunda penghentian siaran tv analog di wilayah Jabodetabek menjadi 2 November 2022.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

FIF Group dan RSU Hermina Dirikan Rumah Singgah

FIF Group dengan RSU Hermina Depok menyediakan rumah singgah dan membuka kesempatan bagi pasien kurang mampu yang membutuhkan penanganan medis.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Iklan Digital Menjadi Pengubah Ekosistem Industri Startup

Adtech merupakan perangkat lunak yang digunakan oleh brand atau agency untuk menyusun strategi, mengatur, dan mengelola aktivitas iklan digital.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Luhut Gandeng GFF Bahas Rencana Aksi Bersama Transisi Energi

Global Future Fellows (GFF) yang dihadiri GFFellows di Bali telah merancang draf Rencana Aksi Bersama (action roadmap) soal transisi energi.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Kontribusi PNBP Signifikan, PTBA Raih Penghargaan Subroto

PT Bukit Asam (PTBA) berhasil meraih Penghargaan Subroto 2022 Bidang PNBP Mineral dan Batubara.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Jababeka Pinjam US$ 100 Juta ke Mandiri untuk Bayar Utang

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menandatangani kredit sebesar US$ 100 juta dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Bakti Targetkan Bangun 7.000 BTS 4G di Daerah 3T hingga 2024

Hingga September 2022, total BTS 4G yang sudah dibangun Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (Bakti) mencapai 4.241 site.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Perkuat Layanan Rumah Sakit, Begini Strategi Bundamedik

PT Bundamedik Tbk (BMHS) terus memperkuat strategi bisinis dengan meningkatkan kualitas layanan rumah sakit.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Bangun BTS 4G di Daerah 3T, Ini Tantangan yang Dihadapi Bakti

Bambang menegaskan, tugas yang dijalankan Bakti Kemenkominfo dalam membangun BTS 4G di daerah 3T tidaklah mudah

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Pegadaian Bukukan Transaksi Rp 2 Miliar di KustomFest 2022

PT Pegadaian berhasil membukukan transaksi lebih dari Rp 2 miliar di acara Indonesia Kustom Kulture Festival (KustomFest) 2022.

EKONOMI | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Arkhan Kaka Dua Gol, Timnas U-17 Bekuk UEA 3-2

Arkhan Kaka Dua Gol, Timnas U-17 Bekuk UEA 3-2

BOLA | 16 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings