Erick Sebut Perbuatan Direksi Garuda Sistemik

Erick Sebut Perbuatan Direksi Garuda Sistemik
Erick Thohir. (Foto: Antara)
/ WBP Senin, 9 Desember 2019 | 15:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut perbuatan direksi PT Garuda Indonesia Tbk dalam skandal Harley Davidson dan sepeda Brompton sudah sistemik.

"Kan ada yang bawa sepeda juga, terus ada proses sistematik di mana, pasti ini kejadian bukan individu, saling mendukung. Mohon maaf, kalau dari aturan-aturan hukum itu, kalau berkolaborasi untuk berbuat kejahatan ya terkena (pidana) juga," kata Erick Thohir di SMK 57 Jakarta, Senin (9/12/2019).

Erick Thohir memberhentikan empat anggota dewan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang terlibat dalam skandal penyelunduan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton dalam penerbangan seri flight GA 9721 tipe Airbus A330-900 Neo yang datang dari pabrik Airbus di Prancis pada 17 November 2019 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Empat direksi tersebut adalah Direktur Utama Ari Askhara, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar.

Artinya, hanya tersisa tiga direktur yaitu Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fuad Rizal, Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, dan Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah.

"Kalau domain saya sebagai Menteri BUMN tentu mempunyai proses mengenai korporasi, dan antara perusahan Tbk (terbuka) dan tertutup sendiri beda prosesnya. Kita sekarang harus merekrut orang yang bagus, untuk membantu mengawasi dan mengelola 142 BUMN," tambah Erick Thohir.

Menurut Erick, pihaknya tidak sekadar mencopot direksi, tapi tetapi juga mencari figur yang bagus untuk komisaris dan direksi.

"Sedangkan domain pidana kan bukan di saya, itu kan ada proses nanti dari laporan Bea Cukai ke kepolisian, prosesnya seperti itu, jadi saya tidak bisa komentar yang apakah (direksi yang dicopot) ini akan jadi tersangka," ungkap Erick Thohir.

Erick sendiri mengakui proses di Garuda saat ini adalah melakukan rapat Dewan Komisaris yang bukan hanya memberhentikan dirut, tetapi juga beberapa direksi berdasarkan hasil investigasi komisaris.

Pada 6 Desember 2019, Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk sudah menetapkan Fuad sebagai pelaksana tugas direktur utama perseroan. Fuad merupakan direktur keuangan dan manajemen risiko.
Erick pun meminta agar Garuda dapat mengembalikan citranya kepada masyarakat.



Sumber: ANTARA