Generasi Milenial Minati Rumah Konsep Syariah

Generasi Milenial Minati Rumah Konsep Syariah
Ilustrasi perumahan. (Foto: Antara / Yulius Satria Wijaya)
Imam Muzakir / FER Kamis, 28 November 2019 | 13:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Industri perbankan syariah menunjukkan perkembangan yang positif dari tahun ke tahun. Adanya komitmen pemerintah melalui pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), dinilai ikut berdampak positif bagi industri properti, terutama bagi kalangan milenial yang mencari rumah dengan konsep syariah.

REI Gandeng BTN Fasilitasi Pembiayaan dan KPR

Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan, menyatakan, perkembangan positif perbankan syariah ini juga sejalan dengan semakin besar minat masyarakat untuk memiliki rumah dengan memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) secara syariah.

"Terlebih, tingkat pertumbuhan KPR syariah lebih tinggi dibandingkan dengan pembiayaan konvensional," ujar Ike Hamdan, dalam keterangan persnya, Kamis (28/11/2019).

Ike mengatakan, tren positif KPR Syariah ini juga tercermin dari hasil survei Property Affordability Sentiment Index semester kedua 2019, dimana 48 persen responden menyukai jenis pembiayaan berbasiskan KPR Syariah. Angka ini stabil dibandingkan dengan semester sebelumnya yang juga berada pada posisi 48 persen.

Usung Proyek Unggulan, Perumnas Bidik Konsumen Milenial

"Pembiayaan KPR syariah cenderung lebih diminati oleh kalangan muda, dimana 56 persen responden yang berusia 22-29 tahun dan 50 persen responden yang berusia 30-39 tahun, menyukai KPR syariah dibandingkan konvensional," ungkap Ike Hamdan.

Ike menjelaskan, dalam 2 tahun terakhir ini produk pembiayaan KPR yang diminatinya khususnya KPR Syariah. "Fenomena ini bisa jadi sejalan dengan sentimen keagamaan yang cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir sehingga konsumen pun semakin banyak yang meminati produk pembiayaan syariah," tandasnya.

Pemimpin Divisi Pembiayaan Konsumer BNI Syariah, Mohammad Samson, menambahkan, pihaknya optimistis KPR syariah akan tetap tumbuh double digit di tahun depan, dengan pertimbangan masih tingginya backlog atau kebutuhan rumah di Indonesia, adanya kebijakan pelonggaran rasio financing-to-value (FTV), kebijakan penurunan suku bunga acuan, dan program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) rumah subsidi.

"Selain adanya dukungan pemerintah, pertumbuhan KPR syariah yang masih tetap tinggi, dipengaruhi oleh beberapa hal seperti potensi konsumen yang besar mengingat secara demografi jumlah penduduk Indonesia mayoritas muslim, dan meningkatnya kesadaran masyarakat. Selain itu, KPR syariah juga memiliki oleh fitur-fitur produk, program, tarif yang menarik dan kompetitif sehingga dapat bersaing dengan konvensional," jelas Samson.



Sumber: Investor Daily