Pemerintah akan Hibahkan Kapal Pencuri Ikan ke Nelayan

Pemerintah akan Hibahkan Kapal Pencuri Ikan ke Nelayan
Kapal nelayan berbendera Vietnam yang beroperasi di perairan Laut Natuna Utara Indonesia, 24 Feb. 2019. ( Foto: KKP )
/ WBP Selasa, 19 November 2019 | 13:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo mengatakan bahwa pemerintah berencana menghibahkan kapal-kapal pencuri ikan yang telantar dan berkekuatan hukum tetap atau sudah inkracht kepada nelayan.

Rencana itu diungkapkan Menteri Edhy Prabowo usai rapat koordinasi yang digelar Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

"Kami harapkan (kapal) ini ada gunanya, ada manfaatnya. Nanti beliau memutuskan kapal-kapal yang sudah inkracht, arahnya mau gimana, akan diserahkan ke mana, misalnya untuk dihibahkan ke nelayan," kata Edhy Prabowo di Kantor Kemko Kemaritiman dan Investasi di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Edhy menyebutkan saat ini ada 72 kapal yang sudah dinyatakan berkekuatan hukum tetap oleh pengadilan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 kapal dalam kondisi baik, enam kapal harus dimusnahkan, dan sisanya dalam kondisi kurang baik.

Pemerintah masih mempertimbangkan penerima kapal hibah tersebut mulai dari nelayan, koperasi, pemerintah daerah, hingga kampus untuk kebutuhan pelatihan akademisi. Setelah dihibahkan, pemerintah menjamin akan memantau hibah kapal tersebut secara berkala untuk memastikan kapal tidak dijual kembali kepada pemilik asal. "Begitu kami serahkan, kami harus cek sebulan, dua bulan ke depan. Kapalnya menghasilkan tidak? Jangan-jangan mangkrak lagi atau malah dijual," kata Edhy Prabowo.

Selain kapal yang sudah inkracht, pemerintah juga membahas solusi untuk kapal-kapal eks perusahaan asing yang mangkrak di pelabuhan. "Masih banyak kapal eks asing, itu harus ada jalan keluarnya supaya tidak memenuhi tempat. Ada juga kapal yang dipesan pengusaha dari luar negeri, tetapi begitu masuk ke sini, aturannya sudah berubah sehingga tidak bisa melaut," kata Edhy.

Ia menambahkan kebijakan penenggelaman kapal tidak akan dihentikan begitu saja. Namun kapal-kapal yang masih dalam kondisi bagus, akan lebih baik dimanfaatkan oleh nelayan.



Sumber: ANTARA