Harga Minyak Terhempas Akibat Perang Dagang

Harga Minyak Terhempas Akibat Perang Dagang
Ilustrasi minyak. ( Foto: Istimewa )
/ WBP Selasa, 19 November 2019 | 09:45 WIB

Houston, Beritasatu.com - Harga minyak turun lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (19/11/2019), menghapus sebagian besar keuntungan minggu lalu. Pelemahan bersamaan dengan ketidakpastian kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup pada US$ 62,44 per barel, turun 86 sen, atau 1,4 persen. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berakhir 67 sen atau 1,2 persen lebih rendah pada US$ 57,05 per barel.

Kedua harga acuan tersebut membukukan kenaikan mingguan kedua berturut-turut pekan lalu, dengan Brent naik 1,3 persen dan WTI naik 0,8 persen.

"Investor memantau kekhawatiran kesepakatan perdagangan Amerika Serikat-China mungkin tidak akan tercapai, yang mendorong harga minyak lebih rendah," kata para analis.

Perang dagang 16 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia telah memperlambat pertumbuhan global, mendorong para analis untuk menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dan meningkatkan kekhawatiran bahwa kelebihan pasokan akan berkembang pada 2020.

Tiongkok dan Amerika Serikat melakukan "pembicaraan konstruktif" tentang perdagangan dalam pembicaraan telepon tingkat tinggi pada Sabtu (16/11/2019), media pemerintah Xinhua melaporkan pada Minggu (17/11/2019), tetapi tanpa memberikan beberapa rincian lainnya.

Pada Senin (18/11/2019), CNBC mengutip sumber Pemerintah China yang mengatakan bahwa Beijing pesimistis soal kesepakatan perdagangan karena keengganan Presiden AS Donald Trump menurunkan tarif.

Sementara kekhawatiran pasokan minyak mentah yang berlimpah pada 2020 membebani pasar. Stok minyak mentah AS terlihat naik 1,1 juta barel minggu lalu, yang akan menjadi kenaikan mingguan keempat beruntun, sebuah jajak pendapat pendahuluan menunjukkan.



Sumber: Xinhua, Antara