UMKM Didorong Masuk Rantai Pasok Global

UMKM Didorong Masuk Rantai Pasok Global
Ilustrasi UMKM. ( Foto: Antara )
Herman / FER Rabu, 13 November 2019 | 22:05 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian, dan juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan perannya terhadap ekspor. Dari data Kementerian Koperasi dan UKM, sebanyak 64,2 juta UMKM telah berkontribusi pada 60,34 persen total PDB nasional, serta mampu menyerap 97 persen total tenaga kerja.

Baca Juga: Kehadiran Marketplace Bermanfaat bagi UMKM

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengungkapkan, fokus dari Kemkop dan UKM saat ini adalah mendorong produk-produk koperasi dan UMKM agar berdaya saing tinggi, sehingga bisa masuk dalam rantai pasok global atau global value chain.

"Tujuan kita adalah bagaimana mengintegrasikan UMKM agar masuk dalam global value chain. Sekarang ini UMKM belum masuk dalam global value chain. Untuk mendapatkan bahan baku saja susah, apalagi dapat kemudahan-kemudahan infrastruktur dan sebagainya,” kata Teten Masduki, di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) antara Pemerintah Pusat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia, di kawasan Sentul, Bogor, Rabu (13/11/2019).

Baca Juga: Teten Ajak Satukan Spirit untuk Majukan Koperasi

Melihat tantangan yang saat ini dihadapi, Teten mengungkapkan, arah kebijakan dari pemberdayaan Koperasi dan UMKM yakni memprioritaskan pemberdayaan pada sektor riil (produksi) yang berorientasi ekspor dan substitusi impor, dilakukan dengan pendekatan komunitas atau klaster berdasarkan sentra produksi komoditas dan wilayah, serta dilakukan secara lintas sektoral dan melibatkan pihak ketiga sebagai off taker atau sebagai avalis.

"Pemberdayaan UMKM juga harus dilakukan secara variatif sesuai dengan karakteristik dan level UMKM. Antara yang mikro, kecil, dan yang menengah tentunya memerlukan pendekatan yang berbeda. Selain itu, modernisasi inovasi juga harus dilakukan agar UMKM dan koperasi tidak kalah bersaing dengan usaha besar lainnya," ujar Teten.

Baca Juga: Bukalapak dan Kemkop Dorong UMKM Berbasis Digital

Teten menambahkan, ada lima strategi yang telah disusun untuk membawa UMKM masuk dalam rantai pasok global. Program strategis pertama yakni memperluas akses pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Misalnya saja melalui digitalisasi UKMK, hingga memperkuat lokal brand agar bisa go global. Selain itu, belanja pemerintah juga harus banyak menyerap produk-produk UMKM.

Program strategis selanjutnya yakni peningkatan kualitas produksi dan inovasi untuk meningkatkan daya saing produk dan jasa yang dihasilkan, akselerasi pembiayaan dan investasi, pengembangan kapasitas manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), memberikan kemudahan dan kesempatan berusaha, serta yang tidak kalah pentingnya adalah koordinasi lintas sektor.

"Sekarang ini ada 18 Kementerian/Lembaga yang mengurusi UMKM dan Koperasi. Masing-masing tidak jelas strategi pengembangannya mau ke mana. Semuanya ini nanti akan kita konsolidasi di kementerian kami,” kata Teten Masduki.



Sumber: BeritaSatu.com