Tunjuk CEO Baru, Gojek Jamin Pertumbuhan Perusahaan Tidak Terganggu

Tunjuk CEO Baru, Gojek Jamin Pertumbuhan Perusahaan Tidak Terganggu
Kiri ke kanan: Co-CEO Gojek yang baru, Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo.  ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / FER Selasa, 22 Oktober 2019 | 16:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gojek resmi menunjuk Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo sebagai co-CEO Gojek yang baru menggantikan Nadiem Makarim. Nadiem memutuskan mundur dari jabatannya menyusul ditunjuknya dia sebagai salah satu calon menteri kabinet kerja jilid dua.

Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo bukanlah orang baru di Gojek. Andre merupakan Presiden Gojek Group, sementara Kevin adalah salah satu pendiri Gojek. Jajaran eksekutif Gojek juga diperkuat dengan diangkatnya Komisaris Gojek Garibaldi Thohir menjadi Komisaris Utama untuk memimpin jajaran pengawas perusahaan. Adapun Nadiem tidak lagi berperan apapun di Gojek, baik sebagai eksekutif maupun penasehat perusahaan.

"Kami berdua telah menjalankan bisnis Gojek bersama Nadiem untuk beberapa waktu, sehingga pergantian kepemimpinan ini tidak akan berdampak, baik pada keseharian operasional maupun pertumbuhan perusahaan. Andre akan fokus pada strategi korporasi, alokasi modal, ekspansi internasional serta layanan pembayaran dan keuangan. Sementara Kevin akan fokus pada pengembangan produk, strategi pemasaran, pengembangan organisasi dan juga layanan ride-hailing serta pesan-antar makanan," demikian pernyataan bersama Kevin dan Andre dalam keterangan resminya yang diterima Beritasatu.com, Selasa (22/10/2019).

Di bawah kepemimpinan Kevin dan Andre, Gojek tumbuh pesat hingga saat ini telah memproses lebih dari dua miliar transaksi per tahun. Penggalangan dana (fundraising) yang dilakukan Gojek juga mampu menarik minat sejumlah perusahaan kelas dunia seperti Google, Tencent, Mitsubishi, Visa, AIA dan Astra, dengan seri F diperkirakan mampu meraih pendanaan lebih dari US$ 2 Miliar. Gojek juga telah berekspansi dengan meluncurkan layanan di Singapura, Thailand dan Vietnam.

"Nadiem mengundurkan diri dari Gojek setelah sembilan tahun membangun dan membesarkan perusahaan, dari sebuah ide sederhana menjadi bisnis bernilai miliaran dolar AS yang memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat di Asia Tenggara, sekaligus memberikan peluang untuk menambah pendapatan bagi jutaan orang. Pencapaian Nadiem telah menjadi inspirasi bagi setiap orang di Gojek dan dia meninggalkan Gojek ketika masa depan perusahaan ini sangat cerah. Saat ini kami memiliki lebih dari dua juta mitra driver di Asia Tenggara dan lebih dari 400. 000 mitra usaha, yang telah memproses lebih dari dua miliar transaksi per tahun," tambahnya.

Sejak mendirikan Gojek bersama Nadiem, Kevin memiliki peran signifikan dalam memimpin tim produk dan pemasaran di dalam organisasi. Latar belakang Kevin yakni di bidang business intelligence. Dia juga membentuk tim teknologi yang ahli dalam bidang data, engineering, dan produk, dengan fokus meningkatkan user experience di platform Gojek. Sebelum di Gojek, Kevin bekerja di Zalora Indonesia, Merah Putih Incubator dan Salem Partners.

Andre juga memiliki peran vital dalam membangun fondasi yang kuat bagi pertumbuhan cepat Gojek. Dia telah menggalang dana lebih dari US$ 4 miliar dari Google, Tencent, KKR dan Warburg Pincus. Sebelum bergabung dengan Gojek, Andre menjabat Executive Director di Northstar Group, private equity fund terbesar di Indonesia. Dan, sebelum itu Andre juga pernah menjabat Head of Corporate Finance di Delta Dunia Makmur.



Sumber: BeritaSatu.com