Rayakan Keberagaman, Sekolah di Aceh Gelar International Cultural Festival

Rayakan Keberagaman, Sekolah di Aceh Gelar International Cultural Festival
Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School atau Sekolah Fatih Putri, kawasan Lamnyong, Banda Aceh menggelar The International Cultural Festival yang dihadiri oleh ribuan peserta. ( Foto: Dok )
/ WBP Sabtu, 19 Oktober 2019 | 19:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Merayakan keberagaman, Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School atau Sekolah Fatih Putri, kawasan Lamnyong, Banda Aceh menggelar The International Cultural Festival yang dihadiri ribuan peserta. Kegiatan ini baru pertama diadakan sejak sekolah tersebut berdiri tahun 2012.

"Pelaksanaan The International Cultural Festival didukung sumber daya yang cukup dan beragam mulai guru, karyawan, dan murid," ujar General Manager Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School, Mustafa, dalam rilisnya, Sabtu (19/10/2019).

Festival ini dipusatkan di Lapangan Futsal Sekolah Fatih Putri di kawasan Lamnyong, Banda Aceh dan dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Band Aceh, Saminan.

Mustafa mengatakan, guru dan murid Fatih Bilingual School tidak hanya dari Aceh namun berasal dari berbagai negara seperti Turki, Turkmenistan, Kyrgyzstan, Korea Selatan, Filipina, India, Turki, hingga Thailand. "Keberagaman etnis tersebut menginspirasi untuk menggelar The International Cultural Festival," kata Mustafa.

Dia mengatakan, kegiatan belajar-mengajar di Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School menggunakan bahasa Inggris dan Turki, disamping bahasa Indonesia dan bahasa Aceh sebagai bahasa daerah.

Mustafa mengatakan, festival budaya mancanegara ini bertujuan memperkenalkan budaya tujuh negara plus Nusantara kepada masyarakat Aceh, khususnya kepada para murid dan orangtua.

Dalam festival ini ditampilkan benda-benda seni dan budaya termasuk mata uang, bendera, dan lambang negara. Setiap stan juga menggelar lomba memasak masakan khas dari masing-masing negara.

Festival budaya ini semakin semarak karena menampilkan tari India dan lainnya. Penarinya dari Aceh Besar dan Banda Aceh, sedangkan pelatihnya guru Sekolah Fatih yang berasal dari India atau Turki.

"Festival seperti ini akan dilaksanakan lagi depan dengan harapan semakin bertambah jumlah negara yang ikut berpartisipasi," kata Mustafa.



Sumber: BeritaSatu.com