Kendalikan Produk Impor, Pemerintah Dorong PLB E-Commerce

Kendalikan Produk Impor, Pemerintah Dorong PLB E-Commerce
Para penandatangan deklarasi e-commerce Marketplace Go Global oleh perusahaan e-commerce, marketplace, asosiasi, UKM/IKM, perusahaan logistik berfoto bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta. ( Foto: Dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 10 Oktober 2019 | 08:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah mendorong pembentukan Pusat Logistik Berikat (PLB) e-commerce sebagai upaya mengendalikan maraknya peredaran produk-produk impor yang kian membanjiri Indonesia.

Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita selama ini produk-produk yang dijual oleh pengusaha yang bergerak di bidang perdagangan online (daring) merupakan produk asing sehingga perlu dilakukan langkah-langkah pengendalian.

"Kami mendorong supaya produk yang sudah ber-SNI wajib agar memenuhi ketentuan tersebut, termasuk juga dilakukan kontrol terhadap aspek kesehatan dan pengendalian produk yang ada di bawah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)," jelas Enggartiasto Lukita dalam diskusi bertajuk "From Local Go Global" di Jakarta, seperti dikutip dalam keterangan yang diterima Kamis (10/10/2019).

Enggar berharap para pengusaha skala kecil dan menengah yang melakukan perdagangan secara e-commerce dapat memanfaatkan platform PLB e-commerce. "Kami juga akan mengadakan audit untuk bisa tahu, berapa kapasitas industri perusahaan. Untuk itu kami akan bekerja sama dengan sejumlah kementerian terkait, termasuk Bea dan Cukai, agar volume impor sesuai yang dibutuhkan," ujar Enggartiasto Lukita.

Dengan demikian, volume impornya akan dikontrol, untuk menghindarkan terjadinya manipulasi data impor, dan juga kode HS (Harmonized System). "PLB e-commerce juga akan lebih banyak dioptimalkan untuk usaha kecil mikro dan menengah, melalui pemanfaatan gudang berikat, termasuk pengurusan prosedur ekspor dan impornya secara e-commerce," jelasnya.

Presiden Direktur PT Uniair Indotama Cargo (UIC) Lisa Juliawati mengatakan, ada alternatif yang ditawarkan kepada eksportir dan importir IKM-UKM, terutama dalam pemanfaatan bahan baku, ekspor dan impor melalui kawasan berikat, yang semuanya dilakukan dengan platform e-commerce secara lebih mudah.

“Saya ingin IKM dan UKM Indonesia bisa lebih maju dan menjadi pemain kelas dunia, seperti yang dilakukan Jack Ma lewat Alibaba.com. Dengan mengandalkan pengalaman kami yang sejak sekitar 30 tahun ini bergerak sebagai perusahaan one stop logistic services, sejak awal bulan Agustus yang lalu, kami sudah mulai soft launching PLB e-commerce di Indonesia," kata Lisa Juliawati.

Uniair Cargo Store2go sudah mendapatkan izin sebagai perusahaan pertama PLB e-commerce di Indonesia. Para IKM dan UKM di Indonesia dapat memanfaatkan keberadaan PLB e-commerce dengan menjadikan Indonesia sebagai hub, termasuk bagaimana meng-handle cross border e-commerce, sehingga Indonesia bisa menjadi hub dalam perdagangan internasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno dalam kesempatan talkshow mengemukakan perlunya para eksportir yang ingin menembus pasar ekspor mengetahui dengan pasti keinginan (selera) pasar, untuk produk ekspor yang akan masuk ke negara tersebut.

“Selain harus tahu pasar itu maunya apa, ada hal lain yang harus dikuasai antara lain produk Indonesia itu harus menggunakan bahan baku dari dalam negeri, supaya dalam siklus produksinya, dapat diukur berapa kebutuhan bahan bakunya," ujar Benny Soetrisno.

"Hal lainnya adalah dapat mengubah comparative advantage menjadi competitive advantage, sehingga produk tersebut memiliki nilai tambah yang lebih besar, untuk menembus pasar ekspor. Sarana perdagangannya adalah menggunakan sistem perdagangan secara e-commerce,” jelas Benny Soetrisno.

Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai DKI Jakarta Decy Arifinsjah mengatakan, PLB e-commerce bisa membantu pengusaha Indonesia untuk go to the world. Barang-barang para IKM/IKM akan lebih banyak dikenal di pasar internasional. "Kami mengharapkan branding e-commerce ini menjadi lebih luas lagi," kata Decy Arifinsjah.

Harapan juga muncul dari Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia, Fadlan Muzakki. Menurutnya para pelajar Indonesia berpotensi menjadi market intelligent Indonesia di negara tempat mereka menuntut ilmu.



Sumber: BeritaSatu.com