Bappenas Beberkan Dampak Jangka Pendek dan Panjang Pemindahan Ibu Kota

Bappenas Beberkan Dampak Jangka Pendek dan Panjang Pemindahan Ibu Kota
Dialog Nasional ke-4 Pemindahan Ibu Kota Negara, di gedung Bappenas, Jakarta, 16 Septembr 2019. ( Foto: Beritasatu.com / Herman )
Herman / FMB Senin, 16 September 2019 | 20:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Hasil kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas), pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur akan memberikan dampak ekonomi positif melalui jalur investasi. Dampak ini akan dirasakan tidak hanya pada jangka pendek, tetapi juga pada jangka menengah dan panjang.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan, dalam masa konstruksi atau jangka pendek, investasi infrastruktur untuk membangun ibu kota baru akan menciptakan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan dan sekitarnya. Bappenas memproyeksikan peningkatan investasi riil di Kalimantan Timur akan mencapai 47,7 persen, peningkatan investasi riil di Pulau Kalimantan sebesar 34,5 persen, sedangkan peningkatan investasi riil di Indonesia tercatat 4,7 persen.

“Dalam masa konstruksi, investasi di Kalimantan Timur juga akan medorong investasi di provinsi sekitar, seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi lainnya, Kalimantan Tengah, Indonesia Bagian Timur, dan juga DKI Jakarta. Selain itu juga akan meningkatkan perdagangan antar wilayah,” kata Bambang Brodjonegoro, di gedung Bappenas, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Investasi pembangunan ibu kota baru menurutnya juga akan mendorong peningkatan output sektor lain di Kalimantan Timur dan juga provinsi lain. Di Kalimantan Timur, output tertinggi selama masa konstruksi akan terjadi di sektor konstruksi, kesehatan, restoran, semen, perdagangan, dan lainnya. Sementara di Sulawesi Selatan yang paling terkena dampak positif akan mengalami peningkatan di sektor semen, pertambangan lainnya, dan juga ternak untuk menyuplai kebutuhan pangan di Kalimantan Timur.

Bambang melanjutkan, dalam jangka pendek atau masa konstruksi, pemindahan ibu kota negara juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja. Peningkatan pertumbuhan ekonomi riil di Kalimantan Timur bisa mencapai 7,3 persen, di Pulau Kalimantan 4,7 persen, sementara di Indonesia 0,6 persen. Sedangkan peningkatan kesempatan kerja di Pulau Kalimantan mencapai 10,5 persen dan nasional 1,0 persen.

Setelah berakhirnya masa konstruksi atau dalam jangka menengah panjang, operasionalisasi ibu kota baru yang disertai dengan peningkatan konektivitas antara Kalimantan Timur dengan wilayah lainnya di Indonesia akan memberi dampak ekonomi yang lebih besar.

“Dalam jangka panjang, pemindahan ibu kota disertai peningkatan konektivitas antara Kalimantan Timur dengan kawasan lain akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur sebesar 7,6 persen, di Pulau Kalimantan 4,9 persen, dan secara nasional meningkat 0,1 persen,” terang Bambang.

Dalam jangka panjang, lanjut Bambang, ketimpangan pendapatan juga akan menurun seiring dengan peningkatan kesempatan kerja, di mana kesempatan kerja di Kalimantan Timur akan meningkat 10,9 persen dan di Pulau Kalimantan 6 persen.

“Dengan pemindahan ibu kota ini, dalam jangka panjang harapannya kesenjangan antara Pulau Jawa dengan luar Pulau Jawa bisa turun lebih signifikan, paling tidak bisa 5 persen,” ujar Bambang.



Sumber: BeritaSatu.com