Jonan Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik di 2020

Jonan Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik di 2020
Ilustrasi meteran listrik. ( Foto: Antara / Akbar Nugroho Gumay )
Rangga Prakoso / FER Kamis, 12 September 2019 | 16:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan tarif listrik di awal 2020 tak akan naik. Meskipun subsidi listrik dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 dipangkas. Rendahnya harga energi primer seperti batu bara dan gas, menjadi faktor utama tarif listrik tak akan naik pada tahun mendatang.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan mengatakan, pengurangan subsidi listrik masih dibahas oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR. Pihaknya masih menunggu seperti apa keputusannya. Jonan mengaku belum bisa memastikan pelanggan listrik apa saja yang subsidi listriknya dianulir.

"Kita tunggu mana hasilnya yang detail, nanti baru kita publikasikan. Walaupun pengurangan subsidi belum tentu menaikkan tarif listrik," kata Jonan di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Dalam rapat kerja Komisi VII DPR dalam penetapan asumsi makro, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan subsidi listrik sebesar Rp62,21 triliun. Besaran subsidi listrik dialokasi antara lain kepada pelanggan dengan daya 450 volt VA, daya 900 VA dan 900 VA rumah tangga mampu.

Adapun rinciannya subsidi pelanggan 450 VA sebesar Rp32,17 triliun, pelanggan 900 VA Rp9,12 triliun serta pelanggan 900 VA rumah tangga mampu Rp7,11 triliun. Usulan ini disetujui dalam rapat kerja tersebut dan dibawa ke Badan Anggaran DPR. Namun dalam pembahasan Banggar dibahas mengenai pencabutan subsidi golongan 900 VA rumah tangga mampu.

Jonan menuturkan, tarif listrik tak akan melonjak meski subsidi listrik dipangkas. Pasalnya harga energi primer belakangan ini melemah seperti batu bara maupun gas. Kedua jenis komoditas itu merupakan bahan bakar mayoritas pembangkit listrik yang memenuhi kebutuhan daya di dalam negeri. Selain itu nilai tukar Rupiah pun stabil dikisaran Rp14.000/US$.

"Kalau kami lihat harga gas turun banyak dalam enam bulan terakhir, harga batubara juga turun. Penurunan paling terlihat di harga batubara. Untuk kalori 6.322 GAR harganya sekitar US$ 65 per ton jadi mestinya harga listrik tidak perlu ada penyesuaian naik," ujar Jonan.

Dikatakannya harga khusus batu bara tetap berlaku hingga akhir 2019 nanti. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No.1410 K/30/MEM/2018 terkait harga khusus batu bara yang mulai berlaku sejak 12 Maret 2018 hingga 31 Desember 2019.

Beleid tersebut mengatur harga khusus batu bara bagi pembangkit listrik ditetapkan US$70/ton jika harga batu bara acuan (HBA) berada di atas US$70 /ton. Namun, bila harga di bawah US$70/ton maka transaksi batu bara bagi pembangkit listrik merujuk pada HBA. Merujuk pada ketentuan itu maka saat ini PLN membeli batu bara mengacu pada HBA lantaran harga komoditas di bawah US$70/ton.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani meminta pemerintah tetap memberlakukan harga khusus tersebut di 2020 mendatang. Dengan harga khusus itu maka menjaga tarif listrik tetap terjangkau bagi masyarakat tatkala harga komoditas melonjak.

"Bahan bakar itu porsinya 60 persen hingga 70 persen dari biaya pokok penyediaan tenaga listrik," ujar Sripeni.



Sumber: BeritaSatu.com