Jokowi: Pemindahan Ibu Kota Butuh Rp 466 Triliun

Jokowi: Pemindahan Ibu Kota Butuh Rp 466 Triliun
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bakal ibukota negara di Samboja, Kutai Kartanegara, 50 km utara Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa 7 Mei 2019. ( Foto: Setpres )
Carlos KY Paath / FMB Senin, 26 Agustus 2019 | 14:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap, pemindahan ibu kota negara membutuhkan anggaran sekitar Rp 466 triliun. Alokasi dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hanya 19 persen.

"Pendanaan, total kebutuhan untuk ibu kota baru adalah kurang lebih Rp 466 triliun. Nantinya 19 persen berasal dari APBN," kata Presiden saat konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Presiden pun menyebut, "(Pendanaan dari APBN) Berasal dari skema kerja sama pengelolaan aset di ibu kota baru dan DKI Jakarta. Sisanya dari kerja sama pemerintah dengan swasta, serta investasi langsung swasta dan BUMN."

Presiden telah mengumumkan lokasi calon ibu kota baru. Terdapat dua kabupaten di Kalimantan Timur (Kaltim) yang dipilih berdasarkan kajian pemerintah.

"Hasil kajian menyimpulkan lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Passer Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kaltim," kata Presiden.

Presiden mengungkap, Kaltim diputuskan menjadi ibu kota karena sejumlah aspek. Misalnya, minimnya risiko bencana seperti banjir, gempa, tsunami, kebakaran, gunung berapi, dan tanah longsor.

Lokasi Kaltim juga strategis, karena berada di tengah-tengah Indonesia. Lokasi ibu kota juga berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang yaitu Balikpapan dan Samarinda. Infrastruktur di Balikpapan dan Samarinda juga lengkap.

"Tersedia lahan seluas 180.000 hektar yang dikuasai pemerintah," ucap Presiden.



Sumber: Suara Pembaruan