Bank BJB Fokus pada 3 Hal Ini Sambut Era Digital Perbankan

Bank BJB Fokus pada 3 Hal Ini Sambut Era Digital Perbankan
Tampak Direktur Utama PT Bank Pembangunan Jabar dan Banten, Yuddy Renaldi (kanan)ditemani jajaran direksi. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 25 Agustus 2019 | 07:30 WIB

Bali, Beritasatu.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BBJB) atau Bank Jabar Banten (BJB) fokus pada tiga hal termasuk pengembangan e-money server based untuk transaksi menggunakan QR Code guna menyambut era digital perbankan. Bahkan perseroan mengalokasikan Rp 800 miliar untuk memperkuat infrastruktur digital selama lima tahun pada 2017-2022.

"Investasi sekitar Rp 800 miliar, namun tidak dilakukan sekaligus, tapi bertahap (multiyears), untuk tahun ini kami terus mengkaji dengan melihat kemampuan finansial," kata Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi di Bali, Sabtu (24/8/2019).

Dana tersebut digunakan untuk memperkuat infrastruktur digital yang dimiliki BJB hingga ke pengembangan layanan digital itu sendiri.

Yuddy Renaldi mengungkapkan, dalam menyambut era digital, Bank BJB menerapkan tiga fokus utama. Pertama, reposisi bisnis di mana perseroan akan mengembangkan bisnis pada sektor produktif yang mendorong perekonomian di masing-masing daerah khususnya di Jawa Barat dan Banten sambil tetap mempertahankan pangsa pasar captive market.

Fokus kedua reorganisasi yang tercermin dalam penyesuaian dalam struktur organisasi agar mendukung implementasi dari strategi yang ditetapkan perseroan. Ketiga, adalah re-engineering teknologi informasi di mana Bank BJB akan terus memperkuat infrastruktur, penggunaan dan pengembangan teknologi yang tepat dari sisi waktu dan kualitas dengan memperhatikan aspek user experience dan customer behavior.

Perseroan kata Yuddy Renaldi tengah terus memperkuat layanan perbankan digital untuk percepatan bisnis dan peningkatan layanan kepada nasabah. Untuk jangka pendek, BJB melakukan akselerasi produk dan layanan elektronik serta digital banking termasuk pengembangan e-money server based untuk transaksi menggunakan QR Code, perluasan fitur mobile banking yakni BJB Digi yang lebih user friendly, integrasi bisnis digital dengan perusahaan fintech, e-commerce dan self-service banking machine atau e-kiosk dan informasi melalui chat bot.

Sedangkan pengembangan jangka panjang, BJB mengoptimalkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara lain digitalisasi layanan publik dan pemerintah serta mendukung Program Smart City.

Optimalisasi kolaborasi ini dilakukan di tengah berjalannya beberapa program kolaborasi dengan pemerintah daerah yang saat ini telah berlangsung, antara lain layanan PBB-P2, E-Samsat, T-Samsat, Samsat J'bret, Sambat, IBC dan KKP.

Sementara QR Code Bank BJB akan di-launching pada akhir Agustus 2019, ini jadi bagian lompatan digital banking kami," kata Yuddy Renaldi.

Sebagai BPD terbesar dan menjadi trendsetter BPD lain di Indonesia, Yuddy Renaldi, perseroan berupaya menuju cashless society dari saat ini konvensional. "Tujuannya adalah ingin memberikan nilai tambah kepada konsumen," kata Yuddy Renaldi.

 

 



Sumber: BeritaSatu.com