Wall Street Terkoreksi Tajam Akibat Perang Dagang

Wall Street Terkoreksi Tajam Akibat Perang Dagang
Ilustrasi ( Foto: AFP )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 24 Agustus 2019 | 10:53 WIB

New York, Beritasatu.com – Bursa Amerika Serikat terkoreksi dalam pada penutupan perdagangan Jumat (23/8/2019), akibat ketegangan perang dagang yang meningkat.

Tiongkok mengumumkan akan menaikkan bea masuk baru terhadap impor dari AS senilai US$ 75 miliar mulai 1 September dan 15 Desember, sebagai aksi balasan terhadap bea masuk AS untuk impor Tiongkok senilai US$ 300 miliar.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menaikkan bea masuk dari 25 persen menjadi 30 persen terhadap impor dari Tiongkok senilai US$ 250 miliar pada 1 Oktober 2019 nanti. Sedangkan, tarif lain untuk barang-barang impor dari Tiongkok senilai US$ 300 miliar, yang rencananya akan berlaku mulai 1 September, akan dinaikkan menjadi 15 persen dari 10 persen.
Lewat Twitternya hari Jumat, Trump "memerintahkan" perusahaan-perusahaan AS untuk angkat kaki dari Tiongkok, dan "pulang kampung" untuk mulai membuat produknya di AS.

Akibatnya, Dow Jones Industrial Average terkoreksi 2,4 persen ke 25.628,9, S&P 500 turun 2,6 persen ke 2.847,11, dan Nasdaq anjlok 33 persen ke 7.751,77. Perusahaan-perusahaan AS yang memproduksi barangnya di Tiongkok menjadi saham yang paling terdampak. Apple Inc terkoreksi 4,6 persen, VanEck Vectors Semiconductor ETF turun 4,1 persen, Nvidia dan Broadcom anjlok 5 persen.

Sebelum Trump mengguncang pasar, Gubernur The Fed Jerome Powell meniupkan angin segar ke bursa dengan mengatakan bahwa The Fed akan melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan. Dia mengatakan perekonomian AS berada dalam kondisi bagus di tengah-tengah perang dagang yang memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

 



Sumber: BeritaSatu.com