IMF: Makin Sulit Temukan Titik Terang Ekonomi Global

IMF: Makin Sulit Temukan Titik Terang Ekonomi Global
Logo IMF. ( Foto: AFP )
L Gora Kunjana / FMB Sabtu, 24 Agustus 2019 | 10:16 WIB

Washington, Beritasatu.com - Kepala Ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) Gita Gopinath pada Jumat (23/8/2019) mengatakan bahwa prospek ekonomi global semakin suram.

"Ketika tahun ini berjalan, semakin sulit untuk menemukan titik-titik cerah itu," kata Gita Gopinath kepada Steve Liesman dari CNBC. "Ada potensi pemulihan, dan kami masih mengharapkan itu untuk banyak bagian dunia ... tapi saya harus mengakui bahwa semakin sulit untuk melihatnya,"

Komentar Gopinath muncul ketika pertumbuhan ekonomi di luar negeri melambat. Di Jerman, sektor manufaktur mengalami kontraksi. Sementara itu, ekonomi Tiongkok tumbuh pada laju paling lambat dalam 27 tahun pada kuartal sebelumnya.

Perlambatan ini terjadi ketika Tiongkok dan AS berperang satu sama lain. 

Tiongkok pada Jumat (23/8/2019) mengumumkan serangkaian tarif yang menargetkan US$ 75 miliar dalam produk AS. Sektor otomotif AS adalah beberapa barang yang ditargetkan.

Boro-boro meredakan situasi, Presiden Donald Trump justru meningkatkan situasi yang tegang dengan memerintahkan perusahaan-perusahaan AS untuk memindahkan perusahaan AS yang beroperasi di Tiongkok keluar dari negeri Tirai Bambu itu.

“Pertumbuhan global lemah, dan kami menggambarkannya rapuh. Ada banyak risiko penurunan. Salah satu risiko yang terus kami tandai adalah risiko di sisi perdagangan, ” kata Gopinath.

"Perkembangan yang kami lihat baru-baru ini memberi kami perhatian besar tentang apa yang akan terjadi pada pertumbuhan di masa depan."

Pada bulan Mei lalu, sebelum AS dan Tiongkok mengumumkan tarif-tarif baru, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat 0,3 persen dalam jangka pendek akibat perang dagang.



Sumber: CNBC