E-Commerce dan Start Up Masih membutuhkan Pendanaan Asing

E-Commerce dan Start Up Masih membutuhkan Pendanaan Asing
Ilustrasi e-commerce. ( Foto: Soft BD Ltd )
Ridho Syukro / FMB Rabu, 21 Agustus 2019 | 17:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Industri e-commerce merupakan salah satu industri yang sedang naik daun karena didukung oleh daya beli konsumen Indonesia yang membaik ditambah konsumen yang juga mengerti digital.

Dalam 5 tahun terakhir ini, e-commerce terus tumbuh double digit dan diikuti dengan munculnya pemain baru baik asing maupun lokal. Meskipun industri e-commerce tumbuh namun industri ini masih membutuhkan pendanaan asing untuk memperkuat dan mempertahankan eksistensi bisnisnya.

Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung mengatakan pendanaan asing dibutuhkan karena konsep bisnis e-commerce dan juga start up adalah mencari uang kemudian digunakan untuk value bisnis dan kerja keras. Ketika sudah dapat pendanaan maka value akan naik dan pertumbuhan bisnis semakin kencang dan semakin memberikan kontribusi terhadap ekonomi.

Banyak sekali start up dan e-commerce yang mendapatkan pendanaan hingga jutaan dolar, sebut saja Gojek dan Shopback.

“Pendanaan merupakan kunci pertumbuhan e-commerce berkualitas dan kunci untuk inovasi yang lebih baik,” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Rabu (20/8).

Sementara itu, Shopback yang merupakan platform cashback rewards e-commerce sudah mendapatkan pendanaan sebesar US$ 45 juta pada tahun ini dari investor EV Growth.

Co-Founder Shopback Joel Leong mengatakan pendanaan digunakan untuk bisnis dan memperluas kemampuan data dan membuka kantor baru di Indonesia. Kantor baru Shopback berada di Wisma 77 lantai 15 merupakan kantor dengan konsep milenial.

Indonesia merupakan salah satu pasar yang paling menjanjikan di Asia Tenggara dan Shopback mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir dengan pertumbuhan transaksi hingga 25 persen pada 2018.



Sumber: Suara Pembaruan