Tren Budget Traveller Dongkrak Bisnis Hotel

Tren Budget Traveller Dongkrak Bisnis Hotel
Pasar bisnis perhotelan kedepan semakin luas dan semakin besar ceruknya, mulai dari traveler, pebisnis, hingga kegiatan meeting, incentives, conferences, and exhibition (MICE). ( Foto: istimewa )
Edo Rusyanto / EDO Rabu, 21 Agustus 2019 | 11:41 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Saat ini pasar hotel semakin beragam dan luas. Pada 2018, setidaknya tersedia 17.000 hotel di Indonesia yang dapat dijangkau dengan mudah. Karena itu, pelaku industri hotel harus dapat beradaptasi dengan pesaing baru yang memanfaatkan teknologi dalam melayani pelanggan, jika ingin mendapatkan porsi lebih besar.

“Teknologi membuat pengalaman pelanggan menjadi faktor penting dalam menciptakan reputasi sebuah hotel karena pelanggan dapat memberikan umpan balik secara online,” kata Dicky Sumarsono, chief executive officer (CEO) Azana Hotels & Resorts, dalam siaran pers di Jakarta, baru-baru ini.

Sementara itu, di tengah pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini, para pebisnis hotel beramai-ramai membidik kalangan milenial karena kecenderungan kebiasaan mereka yang konsumtif. Milenial yang lahir pada rentang 1980-an sampai pertengahan 1990-an sebagian besar masuk dalam kategori budget traveller. Dengan mengoptimalisasi perkembangan tren budget traveller, hal ini berpengaruh bahkan mendongkrak pertumbuhan pariwisata.

“Budget travel merupakan bentuk wisata yang menempatkan anggaran sebagai pertimbangan penting, terutama dengan memilih akomodasi dan transportasi dengan harga terjangkau. Seperti 50 hotel di bawah naungan manajemen Azana yang okupansi rata-ratanya mencapai di atas 80%, terutama yang berada di kota-kota kabupaten dan Indonesia timur,” ujar Dicky.

Oleh sebab itulah, tambah dia, pasar bisnis perhotelan kedepan semakin luas dan semakin besar ceruknya, mulai dari traveler, pebisnis, hingga kegiatan meeting, incentives, conferences, and exhibition (MICE). “Ditambah dengan banyaknya kegiatan-kegiatan sosial dan pertemuan yang dilaksanakan di hotel,” papar Dicky.

Selain mampu mengantisipasi perkembangan teknologi, jelas dia, jika sejak awal membangun hotel cukup jeli, pebisnis hotel akan meraup keuntungan di tengah besarnya ceruk pasar hotel. Kejelian pebisnis hotel mencakup tiga aspek penting yaitu lokasi yang tepat, konsep yang tepat dan nilai investasi yang tepat. “Alhasil hotel akan meraup untung berlipat baik secara recurring income, capital gain income, bahkan valuasi,” ujarnya.

Menurut Dicky, dari masa ke masa, persaingan bisnis hotel semakin runcing. Ada tiga point yang sangat penting diperhatikan dalam berbisnis hotel, yakni bertahan, bertumbuh, dan berkembang. “Untuk meraih ketiganya, pengetahuan dan taktik bisnis harus dimiliki oleh para pelaku bisnis hotel. Selain itu, perlu memiliki wawasan yang luas,” kata dia.



Sumber: Investor Daily