Gandeng TNC, 12 Perusahaan Dukung Keberlanjutan Kakap dan Kerapu

Gandeng TNC, 12 Perusahaan Dukung Keberlanjutan Kakap dan Kerapu
Salah satu sesi dalam peluncuran Fish Improvement Program (FIP) di Jakarta, Rabu (14/8/2019). ( Foto: Ist )
Heriyanto / HS Kamis, 15 Agustus 2019 | 06:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 12 perusahaan perikanan Indonesia dan internasional bersama The Nature Conservacy (TNC) meluncurkan proyek Fish Improvement Program (FIP) komprehensif. Proyek untuk komitmen keberlanjutan itu untuk menyelamatkan perikanan kakap dan kerapu di Indonesia. Salah satunya adalah kerja sama mengurangi jumlah ikan kakap dan kerapu yang dipanen masih berumur preproduktif.

Keduabelas perusahaan itu adalah Anova Food LLC, PT Bahari Biru Nusantara, CV Bali Sustainable Seafood, Beaver Street Fisheries Inc, PT Graha Insan Sejahtera, PT Kharisma Bintang Terang, PT Kelola Laut Nusantara, LP Foods Pte Ltd, Netuno USA Inc, Norpac Fisheries Export LLC, PT Solusi Laut Lestari, dan PT Sukses Hasil Alam Nusaindo.

Kerja sama itu diluncurkan dalam pertemuan anggota FIP di Jakarta, Rabu (14/8/2019). Dalam pertemuan tersebut, para anggota membahas komitmen untuk tidak hanya menghindari pembelian ikan muda. Tapi, juga membahas rencana jangka panjang memonitor hasil tangkapan dan membentuk sebuah sistem persyaratan yang tangguh. Untuk memposisikan perikanan yang memenuhi standar keberlanjutan secara formal, seperti sertifikasi Marine Stewardship Council (MSC).

"Nelayan tradisional merupakan tulang punggung perikanan ini. Sekitar 70% dari nelayan Indonesia bergantung pada mata pencaharian ini untuk menghidupi mereka. Dengan kerja sama bersama jaringan logistik seafood dan industri yang terlibat, kita dapat mengembangkan manajemen kuat dan menjaga industri yang berkelanjutan bagi para nelayan yang mengandalkan industri perikanan tersebut," kata Direktur Program Perikanan TNC Peter Mous di Jakarta, Rabu.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bahari Biru Nusantara (Bahari Biru) Hadi Wijaja mengatakan, komitmen FIP diharapkan dapat mengubah tren pasar. Pasalnya, kata dia, selama ini pasar masih lebih memilih ikan berukuran kecil, sampai 1,5 kilogram (kg) per ekor.

Menurut Hadi, dengan proyek FIP, tren bisa berubah sehingga ukuran ikan yang dipasok dan diminta pasar naik menjadi 1,8 kg per ekor. Selama ini, Bahari Biru mengekspor ikan kakap fillet ke Amerika Serikat sekitar 36 ton per bulan.

"Dengan proyek ini, kami berharap demand (permintaan) bisa berubah ke ukuran yang lebih besar. Memang, pasar kami menjadi terbatas atau berkurang. Tapi, dengan begitu menjadi lebih berkelanjutan. Karena itu, kami akan ekspansi untuk memperkuat bisnis. Selama ini, kami memasarkan ikan utuh dan fillet. Ke depan, kami akan lebih fokus ke fillet. Jadi, lebih sejalan mendukung proyek ini," kata Hadi.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Zulficar Mochtar, memngapresiasi inisiasi yang dilakukan TNC bersama para pelaku usaha tersebut. KKP pada dasarnya mendorong berbagai upaya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan dan terus mendorong peingkatan kesejahteraan para nelayan Indonesia.



Sumber: Suara Pembaruan