Gojek Kurangi Plastik Sekali Pakai, Aplikasi Mountrash Beri Keuntungan

Gojek Kurangi Plastik Sekali Pakai, Aplikasi Mountrash Beri Keuntungan
Para petugas pelabuhan membuka peti kemas penuh dengan sampah plastik impor ilegal di Batam, Senin (29/7/2019). ( Foto: AFP / SEI RATIFA )
Heriyanto / HS Sabtu, 10 Agustus 2019 | 12:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Upaya mengurangi sampah plastik perlu terus dilakukan dengan meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, pengolahan sampah plastik juga harus dioptimalkan karena masih bisa didaur ulang dan mempunyai nilai ekonomis.

Langkah ini mulai dirintis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Gojek yang menandatangani kerja sama edukasi perilaku bisnis, pelayanan, dan konsumsi yang ramah lingkungan di Jakarta, Jumat (9/8).

Gojek meluncurkan inisiatif GoGreener pada fitur GoFood. Ini menjadi layanan yang memberikan pilihan untuk tidak menyertakan alat makan sekali pakai dalam pemesanan melalui aplikasi serta tas pengantaran yang dirancang khusus untuk mitra driver.

Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar mengatakan melalui kerja sama tersebut, KLHK dan Gojek berkomitmen menghimbau masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keberlangsungan lingkungan.
“Ini komitmen bersama menghimbau masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keberlangsungan lingkungan yang dimulai dari gaya hidup sehari-hari,” ujarnya.

Saat ini, GoFood telah menghadirkan fitur di aplikasi yang memungkinkan pelanggan memilih alat makan plastik secara opsional dan mengajak hampir 1.000 outlet kuliner untuk berpartisipasi.

Selain mengurangi pemanfaatannya, terobosan untuk mengumpulkan sampah plastik agar bisa diolah kembali juga harus terus dilakukan dengan pendekatan digitalisasi.

Salah satu aplikasi tersebut adalah Mountrash yang bisa diunduh dari Playstore. Dengan aplikasi Mountrash, masyarakat berpartisipasi dalam mengurangi sampah plastik yang saat ini menjadi tantangan bangsa Indonesia. Mountrash yang dibesut PT Mounthrash Avatar Indonesia (MAI) mengumpulkan semua jenis plastik kemasan, botol plastik, ecobrick, kertas, dan wadah minuman kaleng.

“Selain membantu pengurangan sampah plastik secara nasional, aplikasi ini juga membantu masyarakat mendapatkan keuntungan dari mengumpulkan sampah kepada pengepul. Silahkan download dan ikuti cara mengumpulkan sampahnya,” kata Gideon W Ketaren yang juga Chief Strategy Officer PT MAI di Jakarta, Jumat (9/8).

Menurut Gideon, aplikasi Mountrash akan memudahkan upaya pengumpulan botol kemasan oleh semua masyarakat dimanapun keberadaanya. Selain menjadi pemasok, Mountrash juga mengajak pihak-pihak untuk menjadi pengepul sampah dalam jumlah besar.
“Sampah plastik kemasan yang terkumpul itu akan diolah dan didaur ulang sehingga bisa dimanfaatkan lagi. Jadi, semua pihak mendapatkan keuntungan sebagaimana moto kami Bersih Pasti Untung,” ujar jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Sejak awal, para pengagas aplikasi Mountrash terpanggil untuk ikut memecahkan persoalan sampah plastik di Indonesia. Bahkan, tegas Gideon, Mountrash menjadi salah satu pendekatan revolusi mental dalam penanganan sampah. Di sisi lain, jajaran Mountrash mendorong berbagai upaya dalam mengurangi pemanfaatan plastik. Hal itu juga menjadi cara untuk mengurangi sampah plastik yang sudah menempatkan Indonesia pada posisi kedua di dunia.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui KLHK tengah gencar mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah plastik yang berasal dari plastik sekali pakai. Data KLHK menunjukkan jumlah timbunan sampah secara nasional mencapai 175.000 ton per hari jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kg. Dari jumlah tersebut, 15 persen di antaranya adalah sampah plastik yang berasal dari kemasan makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, wadah makanan dan minuman serta pembungkus barang lainnya.



Sumber: Suara Pembaruan