AHY Datang ke Pelantikan Destry Damayanti

AHY Datang ke Pelantikan Destry Damayanti
Destry Damayanti. ( Foto: ID/David Gita Roza )
Lona Olavia / Tri Listiyarini / FMB Rabu, 7 Agustus 2019 | 10:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Destry Damayanti sah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) usai dilantik oleh Mahkamah Agung pada Rabu (7/8/2019) pagi. Penetapan ini berdasarkan surat keputusan presiden Nomor 74/P2019 tanggal 29 Juli.

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya menjadi dewan gubernur senior baik langsung atau tidak langsung dengan nama atau dalil apapun tidak menjanjikan memberikan sesuatu pada siapapun juga. Saya bersumpah dalam melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini tidak akan menerima langsung atau tidak langsung sesuatu janji atau pemberian dalam bentuk apapun. Saya bersumpah akan melaksanakan tugas dan kewajiban dewan gubernur senior dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab. Saya bersumpah saya akan setia terhadap konstitusi dan haluan negara," ucap Destry di depan hadapan Ketua MA Hatta Ali pada upacara pengucapan sumpah jabatan di Gedung MA, Jakarta, Rabu (7/8).

Sejumlah pejabat dan kepala negara hadiri pelantikan Destry, termasuk putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Seperti diketahui, 25 Juli lalu DPR baru saja resmi menetapkan Destry sebagai Deputi Gubernur Senior periode 2019-2024 menggantikan posisi Mirza Adityaswara.

Destry dilantik usai menjalani serangkaian proses fit and proper test. Tak hanya itu, DPR juga meminta masukan kepada Badan Intelijen Negara (BIN), Perhimpunan Perbankan Nasional (Perbanas), dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai Destry sebagai calon Dewan Gubernur Senior BI.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI Achmad Hafisz Tohir memaparkan bahwa pencalonan tunggal Destry sebagai Deputi Gubernur Senior BI merupakan usulan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui surat yang dikirim pada 25 April 2019.

Dalam paparannya di DPR, tema yang dibawa Destry adalah 'Menjadi Bank Sentral yang Adaptif dan Inovatif'. Menurutnya, saat ini bank sentral perlu bersikap inovatif dan adaptif dalam menghadapi kondisi global yang penuh dengan ketidakpastian dan volatilitas yang tinggi.

"Untuk itu, kebijakan bank sentral saat ini perlu bersikap lebih inovatif dan adaptif untuk menghadapi kondisi global yang berfluktuasi dan penuh ketidakpastian," ujar Destry.

Destry sendiri bukanlah orang baru di sektor keuangan. Sebelum menjadi Anggota DK LPS, Destry pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Mandiri Institute dan Ketua Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pemilihan 2015.

Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN (2014-2015), Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011-2015), Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005-2011), peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (2005-2006), serta Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris untuk Indonesia (2000-2003).

Ibu dari tiga anak ini juga pernah menjadi penasehat ekonomi untuk duta besar Inggris di Indonesia. Periode 1997-2000 Destry menjadi ekonomi di Citibank N.A. Ia juga pernah menjadi kepala Sub-Divisi Biro Analisa Keuangan Daerah, Badan Analisa Keuangan dan Moneter (BAKM) di Kementerian Keuangan.

Wanita yang hobi fotografi ini juga pernah menjadi asisten peneliti di Harvard Institute for International Development (HIID) pada periode Januari 1988-Agustus 1988. Selain pekerjaan, Destry juga aktif dalam berorganisasi ini tercermin dari kegiatannya di Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) sebagai ketua bidang pembiayaan sejak 2015. Lalu Destry juga menjabat sebagai Ketua Umum Paguyuban MAS TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) dan saat ini masih menjadi ketua umum Ikatan Iluni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (Iluni FEBUI).

Destry merupakan lulusan Ilmu Ekonomi, Konsentrasi Uang dan Bank di Universitas Indonesia (UI) pada 1989. Kemudian dia melanjutkan jenjang pendidikan Master of Science, Field of Regional Science Cornell University, New York, USA dan selesai pada 1992. 



Sumber: Suara Pembaruan