Kinerja Semester I

BFI Finance Raih Pendapatan Rp 2,5 Triliun

BFI Finance Raih Pendapatan Rp 2,5 Triliun
Ilustrasi BFI Finance ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Yuliantino Situmorang / YS Selasa, 30 Juli 2019 | 13:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) membukukan pendapatan senilai Rp 2,5 triliun pada semester pertama tahun ini. Angka itu meningkat dari periode serupa tahun lalu yang sebesar Rp 2,4 triliun.

Pencapaian itu dinilai menggembirakan di tengah kondisi eksternal yang belum cukup kondusif bagi perusahaan. Namun, penerapan strategi yang jitu dengan fokus berinovasi mengembangkan produk sesuai perubahan pola hidup masyarakat terus dilakukan.

“Pencapaian semester I-2019 ini merupakan hasil maksimal di tengah berbagai kondisi yang tidak kondusif saat itu. Kami tetap menjaga tingkat pencadangan yang memadai, menjalankan risk management yang prudent, serta kemampuan pendanaan perusahaan yang baik,” ujarFinance Director & Corporate Secretary BFI Finance Sudjono di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Dijelaskan, berbagai tekanan yang mempengaruhi pertumbuhan BFI Finance itu seperti Pilpres 2019 yang mengakibatkan para pelaku usaha mengambil sikap menunggu. Lalu adanya momentum Ramadan dan Lebaran, serta perlambatan investasi juga lesunya harga komoditas.

Namun, perusahaan pembiayaan ini sepanjang semester pertama mampu mencetak laba bersih sebesar Rp 690 miliar. Perusahaan tetap gigih mendorong pertumbuhan bisnis untuk menjawab beragam tantangan yang dihadapi dengan membukukan piutang pembiayaan neto Rp 16,4 triliun serta mencatat total aset senilai Rp 18,3 triliun pada semester pertama 2019.

Dari piutang pembiayaan tersebut, komposisi pembiayaan masih didominasi pembiayaan mobil sebesar 73%, kontribusi alat berat dan mesin sebesar 15%, dilengkapi dengan pembiayaan motor sebesar 10%. Sisanya, dari kontribusi pembiayaan properti dan syariah.

Saldo pinjaman yang diterima perusahaan di semester pertama ini tercatat Rp 6,8 triliun, dengan pembiayaan bersama atas fasilitas kredit di luar saldo pinjaman sebesar Rp 1,03 triliun. Jumlah itu meningkat pesat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 462 miliar.

Perusahaan terus meningkatkan penerapan prosedur pengelolaan risiko dan manajemen kualitas aset yang prudent, melalui proses underwriting, monitoring, collection, dan recovery kredit yang disiplin dengan mencatat rasio pembiayaan bermasalah (NPF/non performing financing) sebesar 1,43% dalam enam bulan pertama 2019. Jumlah itu lebih baik dari rata-rata industri pembiayaan yang sebesar 2,7%.

Tahun ini BFI Finance fokus pada peningkatan kualitas pelayanan dan produk pembiayaan yang menyeluruh, dengan memperkuat eksistensi beragam produk barunya yaitu Unit Usaha Syariah (UUS), BFI Education dan BFI Leisure. Khusus untuk Unit Usaha Syariah sendiri, Perusahaan gencar dalam meningkatkan layanannya dengan memperluas ketersediaan produk di cabang lain di luar wilayah Jabodetabek.

“Sehingga, masyarakat Indonesia di berbagai penjuru provinsi dapat menemukan produk yang dikenal dengan BFI Finance Syariah,” ujarnya.

Direktur Bisnis BFI Finance Sutadi menambahkan, keunggulan layanan adalah salah satu yang utama dalam sistem operasional BFI Finance. Dengan sistem ini, kata dia, pihaknya berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku dan gaya hidup konsumen dan masyarakat, serta menentukan produk pembiayaan apa yang sesuai dengan kebutuhan dan latar belakang mereka. Termasuk dalam pemilihan platform promosi yang paling efektif sesuai segmen pasar yang disasar.

“Selain terus memperkuat core business untuk pembiayaan mobil, motor, properti, serta alat berat dan mesin, BFI Finance juga menelurkan dan mengembangkan beberapa produk pembiayaan demi mengakomodasi kebutuhan gaya hidup saat ini,” papar dia.

Pembiayaan itu, kata Sutadi, termasuk BFI Syariah, BFI Education yang ditujukan untuk merencanakan kebutuhan dana pendidikan, dan BFI Leisure yang merupakan fasilitas pembiayaan untuk paket perjalanan wisata.

Dijelaskan, BFI Finance juga telah mendirikan anak usaha lain yang bergerak dibidang teknologi keuangan yaitu PT Finansial Integrasi Teknologi (FIT) yang bergerak di bidang layanan platform digital lending melalui platform yang bernama pinjammodal.id.



Sumber: Suara Pembaruan