PNM Akan Dapat Tambahan Modal Negara Rp 2 Triliun di 2020

PNM Akan Dapat Tambahan Modal Negara Rp 2 Triliun di 2020
Ilustrasi PNM. ( Foto: Istimewa )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 18 Juli 2019 | 06:12 WIB

Bukittinggi, Beritasatu.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) diusulkan mendapat penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 2 triliun untuk ekspansi bisnis pada 2020.

"Kami akan mendapat tambahan penyertaan modal negara di APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) 2020 sebesar Rp 2 tiliun," kata Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi saat berbincang dengan media di Bukittinggi, Rabu malam (17/7/2019).

Arief Mulyadi mengungkapkan, modal negara tersebut Idealnya turun pada kuartal I-2020. "Syukur-syukur bisa lebih awal," kata Arief Mulyadi.

Dia mengatakan, tambahan modal negara itu sepenuhnya akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka meningkatkan pembiayaan dan jumlah nasabah.

Pada 2020, PNM membidik nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) mencapai 7,9 juta orang, dan meningkat lagi menjadi 8,9 juta pada 2021. perseroan juga menargetkan nasabah 9,5 orang pada 2022 dan 10 juta orang 2023.

Adapun hingga Juni 2019 nasabah Mekaar mencapai 4,833 juta orang dan nasabah Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) mencapai 71.000 orang. PNM mengaharapkan, hingga akhir tahun 2019 nasabah Mekaar meningkat menjadi 6 juta orang dari realisasi akhir 2018 sebesar 4,06 juta orang. Target tersebut juga naik dari yang ditetapkan awal tahun sebesar 4,5 juta orang.

Arief menuturkan non performing loan (NPL) gross PNM saat ini sekitar 0,16 persen yang mengartikan risiko pembiayaan sangat terkelola.

Saat ini kata dia, sumber pendanaan PNM sekitar 75 persen dari pasar modal dan sisanya perbankan.

PNM memiliki 2.800 kantor di 34 provinsi dengan total 36.615 karyawan.



Sumber: BeritaSatu.com