Hingga Juni, Nasabah Mekaar PNM Capai 4,833 Juta Orang

Hingga Juni, Nasabah Mekaar PNM Capai 4,833 Juta Orang
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PMN) Persero Arief Mulyadi. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 17 Juli 2019 | 23:46 WIB

Bukittinggi, Beritasatu.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatat, hingga Juni 2019 nasabah yang tergabung dalam program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) mencapai 4,833 juta orang. Sementara nasabah Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) mencapai 71.000 orang.

"Khusus di Sumatera Barat (Sumbar) kata Arief Mulyadi, ada 46 kantor yang melayani 101.000 nasabah terdiri dari 98.800 nasabah Mekaar dan 1.248 nasabah UlaMM," kata Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi saat berbincang dengan media di Bukittinggi, Rabu (17/7/2019).

Untuk nasabah Mekaar kata Arief Mulyadi, hingga akhir tahun diharapkan meningkat menjadi 6 juta orang dari realisasi akhir 2018 sebesar 4,06 juta orang. Target tersebut juga naik dari yang ditetapkan awal tahun sebesar 4,5 juta orang. Sementara pada 2020, PNM menargetkan nasabah Mekaar mencapai 7,9 juta orang, dan meningkat lagi menjadi 8,9 juta pada 2021, 9,5 juta orang pada 2022 serta 10 juta orang 2023. "Tiga besar jumlah nasabah berada di Jabar, Jatim dan Jateng," kata Arief Mulyadi.

Menurut Arief Mulyadi, naiknya jumlah nasabah Mekaar sejalan dengan keinginan pemerintah menjangkau lebih banyak keluarga prasejahtera yang mendapat pembiayaan. "Visi PNM selain memberikan pembiayaan, kami juga melakukan pendampingan. Selain membantu secara individual, PNM juga membantu jejaring bisnis antara nasabah Mekaar dan UlaMM," kata Arief Mulyadi.

Untuk pembiayaan Arief Mulyadi menjelaskan, pada periode Januari-Juni 2019 PNM telah menyalurkan sebanyak Rp 7,7 triliun untuk nasabah Mekaar dan sebesar Rp 1,9 triliun untuk nasabah UlaMM, sehingga totalnya mencapai Rp 9,73 triliun. "Per hari ini (Jumat 17 Juli 2019) pembiayaan nasabah UlaMM sudah Rp 8,8 triliun," kata Arief Mulyadi.

Arief Mulyadi mengatakan, hingga akhir tahun 2019, PNM menargetkan penyaluran pembiayaan sekitar Rp 14 triliun. Perinciannya untuk nasabah Mekaar Rp 10 triliun, dan nasabah UlaMM sekitar Rp 3,5 triliun - Rp 4 triliun.

Arief Mulyadi mengatakan, untuk menutupi pembiayaan tersebut, perseroan sudah menerbitkan obligasi Rp 2 triliun, sukuk serta reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dan pinjaman bank. Selain itu, PNM juga akan kembali menerbitkan sukuk sekitar Rp 2 triliun pada Oktober 2019. "Kami juga mendapat hibah sebesar Rp 653 miliar dari 26 BUMN melalui dana kemitraannya yang semunya digunakan PNM untuk modal kerja serta meningkatkan kemampuan mencari pendanaan," kata Arief Mulyadi.

Saat ini kata dia, sumber pendanaan PNM sekitar 75 persen dari pasar modal dan sisanya perbankan.

PNM memiliki 2.800 kantor di 34 provinsi dengan total 36.615 karyawan.



Sumber: BeritaSatu.com