Pengacara Benny Tjokro Protes Saksi di Sidang Perkara Jiwasraya Tak Di-BAP
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Pengacara Benny Tjokro Protes Saksi di Sidang Perkara Jiwasraya Tak Di-BAP

Minggu, 16 Agustus 2020 | 00:05 WIB
Oleh : Fana F Suparman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com -Tim kuasa hukum Direktur Utama PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro yang menjadi terdakwa perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memprotes adanya saksi yang mengaku tidak pernah diperiksa dan dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Kejaksaan.

Saksi itu adalah Teddy Tjokrosapoetro, yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi Jiwasraya dengan terdakwa Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis (13/8/2020).

“Sudah terbukti, pada tanggal 4 Mei 2020, saksi pak Teddy ini tidak pernah diperiksa oleh penyidik. Karena itu, kami ingin pemeriksaan lagi untuk mencocokan keterangan di BAP," kata Bob Hasan, salah seorang kuasa hukum Bennu Tjokro dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (15/8/2020).

Bon Hasan menyatakan saksi Teddy seharusnya dikonfrontir dengan penyidik untuk pencocokan data di-BAP. Hal ini penting untuk menguji validitas data.

Hal ini lantaran dalam keterangannya di persidangan, Teddy mengaku tidak pernah di-BAP apalagi menandatangani BAP untuk terdakwa Joko Hartono Tirto. Untuk itu, pengakuan Teddy seharusnya diperjelas dan diperdalam lagi. Menurutnya upaya pendalaman keterangan saksi Teddy ini bukan hanya soal kepentingan pribadi kliennya, tetapi juga untuk mencari kebenaran materil.

“Memang, dari tandatangannya, agak mirip. Tetapi kami dari tim kuasa hukum pak Benny mendorong pemeriksaan terhadap penyidik agar proses penyidikan dilakukan secara transparan. Majelis hakim sebenarnya mendukung dan kita ingin itu,” katanya.

Meski merasa janggal, Bob Hasan enggan berspekulasi adanya dugaan manipulasi atau BAP fiktif terkait saksi Teddy Tjokrosapoetro. Yang pasti, Bob Hasan menilai adanya upaya memaksakan perkara dengan menghubung-hubungkan Benny Tjokro dengan pihak lain. Hal ini lantaran saat ditanya kuasa hukum Joko Hartono Tirto, Aldres Napitupulu di persidangan, Teddy mengaku tidak mengenal dan tidak pernah merasa di-BAP untuk Joko Hartono Tirto.

Bob Hasan menegaskan isi BAP sangat krusial karena surat dakwaan yang disusun Jaksa Penuntut selalu mengaitkan antara Joko Hartono Tirto, Heru Hidayat dan Benny Tjokro.

Padahal, dalam fakta persidangan, kata dia sesungguhnya banyak yang terpisah dan tidak ada hubungan antara satu dan lainnya. Untuk itu, tim kuasa hukum Benny Tjokro meminta Jaksa membuka informasi yang jelas mengenai kebenaran BAP Teddy Tjokrosapoetro ini untuk terdakwa Joko Hartono Tirto ini.

“Jangan sampai disangkut pautkan. Sebab antara pak Joko, pak Heru dan pak Benny itu tidak ada hubungan secara langsung. Ini yang kita duga, hubungan yang ditempel-tempelkan oleh Kejaksaan,” tegasnya.

Bob Hasan menilai dakwaan Jaksa yang menghubungkan antara Benny Tjokro, Heru Hidayat dan Joko Hartono Tirto belum terbukti dalam persidangan sejauh ini. Meski demikian, Bob Hasan merasa ada upaya menggiring persoalan ini dengan menghubungkan antara satu dan yang lainnya.

Bob Hasan berharap penanganan perkara Jiwasraya ini harus profesional. Apalagi, perkara ini merupakan perkara besar dan menyangkut hajat hidup orang banyak. “Asuransi Jiwasraya itu ada pemegang polisnya. Di belakang pak Benny ada urusan surat utangnya. Itu kan urusannya besar,” katanya.

Selain itu, Bob Hasan juga berharap proses penegakan hukum perkarw Jiwasraya dilakukan secara transparan dan akuntable. Dikatakan, proses penegakan hukum sudah seharusnya dilakukan dengan mengikuti rule of the game.
“Jangan mentang-mentang atau sok-sok-an,” tegasnya.

Bob Hasan mensinyalir ada indikasi perkara ini diframing sedemikian rupa untuk menggiring adanya pemufakatan jahat atau samenspanning yang dilakuan Benny Cs.

Setidaknya hal itu tercermin dari surat dakwaan yang menghubungkan secara total, secara niat, means rea, hubungan Benny Tjokro, Heru Hidayat dan Joko Hartono Tirto. Padahal, kata Bob Hasan, kenyataannya tidak demikian sehingga harus dibuktikan dalam persidangan.

“Kalau berkas perkaranya sudah dikontruksikan sebagai permufakatan jahat, adanya hubungan dan sebagainya. Dipaksakan ada hubungan walaupun kecil atau sedikit, ini bermasalah dan sangat merugikan klien. Dan ini harus dibuktikan dalam fakta persidangan. Tugas kami sekarang membuktikan kebenaran materil,” katanya.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Direktur Utama PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat serta empat terdakwa lainnya melakukan korupsi terkait pengelolaan dana PT Asuransi Jiwasraya.

Atas perbuatan Benny dan Heru bersama empat terdakwa lain, keuangan negara menderita kerugian hingga sebesar Rp 16,8 triliun berdasarkan audit BPK tanggal 9 Maret 2020.

Empat terdakwa lain perkara ini dengan surat dakwaan terpisah, yaitu, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo dan eks Kepala Divisi Investasi PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.

Jaksa membeberkan, Benny Tjokro melakukan kesepakatan bersama dengan petinggi PT Asuransi Jiwasraya untuk melakukan transaksi penempatan saham dan reksa dana perusahaan asuransi tersebut. Kesepakatan itu dilakukan dengan tidak transparan dan akuntabel.

Tiga petinggi Jiwasraya, Hendrisman Rahim, Hary dan Syahmirwan juga didakwa melakukan pengelolaan investasi tanpa analisis yang objektif, profesional dan tidak sesuai nota interen kantor pusat. Jaksa menyebut analisis hanya dibuat untuk formalitas.

Hendrisman, Hary dan Syahwirman juga disebut membeli saham sejumlah perusahaan tanpa mengikuti pedoman investasi yang berlaku. Ketiga terdakwa disebut Jaksa membeli saham melebihi 2,5% dari saham perusahaan yang beredar.

Keenam terdakwa dan pihak terafiliasi juga telah bekerja sama untuk melakukan transaksi jual-beli saham sejumlah perusahaan dengen tujuan inventarisasi harga. Hal tersebut pada akhirnya tidak memberikan keuntungan investasi dan tidak dapat memenuhi kebutuhan likuiditas guna menunjang kegiatan operasional.

Jaksa mengatakan, Hendrisman bersama-sama Hary Prasetyo, Syahmirwan, Heru Hidayat dan Benny melalui Joko Hartono mengatur dan mengendalikan 13 Manajer Investasi dengan membentuk produk reksa dana khusus untuk PT Asuransi Jiwasraya.

Hal ini dilakukan agar pengelolaan instrumen keuangan yang menjadi underlying reksa dana PT Asuransi Jiwasraya dapat dikendalikan oleh Joko Hartono Tirto.

Jaksa juga menyebut Heru, Benny dan Joko turut memberikan uang, saham dan fasilitas lain kepada tiga petinggi Jiwasraya. Pemberian dilakukan terkait pengelolaan investasi saham dan reksadana di perusahaan tersebut selama 2008-2018.

Atas perbuatannya, keenam terdakwa didakwa melanggar melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 dan atau Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, Pasal 18 ayat (2) dan Pasal 18 ayat (3) UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain didakwa melakukan tindak pidana korupsi, Benny Tjokro dan Heru Hidayat juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Olly Dondokambey Sambut Baik Arahan Presiden Jokowi

Olly Dondokambey menilai pada 2021 kondisi perekonomian daerah sudah mulai membaik.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Bupati Berharap Bandara di Nagekeo Segera Dibangun

Pemerintah Kabupaten Nagekeo telah mengantongi sertifikat lahan bandara.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Sabam Sirait Minta Masyarakat Jangan Menyerah Jalankan Protokol Kesehatan

Pandemi corona hanya bisa dilawan dengan disiplin yang tinggi.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Ansy Lema: Ada Paradoks dalam Industri Sawit

Selama ini sawit hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan besar. Belum ada keberpihakan dan perlindungan negara kepada petani sawit.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Plt Gubernur Aceh: Perdamaian Kunci Penting Pembangunan

Hal ini disampaikan Plt Gubernur Nova Iriansyah dalam rangka memperingati 15 tahun perdamaian Aceh atau penandatanganan MoU Helsinki.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Elektabilitas Tinggi, Bupati Banggai Mulai Jadi Sasaran Serangan Politik

Tingginya elektabilitas Herwin Yatim sejalan dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap capaian kinerja Bupati Banggai tersebut yang juga tinggi (85,9%).

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Roadmap Kompromistis Akhiri Polemik Industri Hasil Tembakau

industri hasil tembakau (IHT) merupakan salah satu industri strategis nasional yang mempunyai andil besar dalam perekonomian Indonesia

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Bikin Gaduh di Pesawat, Mumtaz Rais Minta Maaf

Mumtaz Rais mengaku salah dan meminta maaf telah menyebabkan kegaduhan di pesawat Garuda Indonesia.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Mendagri: Jangan Terlena Positivity Rate Penularan Covid-19

Mendagri meminta semua pihak, terutama Pemerintah Daerah (Pemda) agar tidak terlena dengan dengan data-data positivity rate.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

150 Personel TNI Buru Sisa Kelompok Teror MIT

150 anggota Tentara Nasional Indonesia dari Mabes TNI dikerahkan membantu kepolisian mengejar sisa kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur di Poso.

NASIONAL | 15 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS