Ribut dengan Pimpinan KPK di Pesawat, Mumtaz Rais Jual Nama Wakil Ketua Komisi III
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Ribut dengan Pimpinan KPK di Pesawat, Mumtaz Rais Jual Nama Wakil Ketua Komisi III

Jumat, 14 Agustus 2020 | 21:25 WIB
Oleh : Fana F Suparman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Ahmad Mumtaz Rais, putra Amien Rais terlibat keributan dengan kru pesawat dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango di pesawat Garuda Indonesia GS 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Kamis (13/8/2020) kemarin.

Keributan ini dipicu sikap Mumtaz Rais yang duduk di kelas bisnis menggunakan handphone ketika pesawat tengah boarding dari Gorontalo dan pada saat pesawat sedang refueling sewaktu transit di Makassar. Saat keributan terjadi, Mumtaz Rais sempat menyebut sedang bersama Wakil Ketua Komisi III DPR.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri membeberkan kronologis insiden tersebut. Ali mengatakan Nawawi pada saat itu sedang dalam perjalanan dinas atau penugasan dari KPK. Namun, posisi Nawawi untuk mengingatkan Mumtaz Rais yang tetap menelepon meski telah ditegur kru pesawat lebih bertindak sebagai salah satu penumpang.

"Yang menyadari adanya aturan di penerbangan yang wajib dipatuhi oleh siapapun, tidak peduli anda pejabat negara ataupun tidak," kata Ali dalam keterangannya, Jumat (14/8/2020) malam.

Selain itu, kata Ali, ada aspek keselamatan seluruh penumpang yang juga perlu diperhatikan. Sehingga Nawawi saat itu menyampaikan saran pada Mumtaz yang sedang berbicara melalui telepon ketika pesawat sedang mengisi bahan bakar saat transit di Makasar.

Akan tetapi, lanjut Ali, itikad baik Nawawi mengingatkan mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut justru direspon negatif. Bahkan, kepada Nawawi, Mumtaz sempat menyebut sedang bersama Wakil Ketua Komisi III DPR.

"Bahkan yang bersangkutan sempat mengatakan. "Kamu, Siapa ?" dan mengatakan pada Pak Nawawi saat itu, bahwa ia sedang bersama dengan salah satu Wakil Ketua Komisi dari DPR-RI," jelasnya.

Ali melanjutkan, saat itu Nawawi tidak mengetahui nama atau dengan siapa ia bicara tersebut. Nawawi juga tidak pernah berharap didengar lantaran kapasitasnya sebagai Pimpinan KPK.

"Namun harapannya siapapun penumpang yang mengingatkan penumpang lain, seharusnya tidak direspon secara negatif. Karena hal itu adalah untuk kepentingan bersama," kata Ali.

Ali menegaskan, insiden di dalam pesawat itu tidak perlu terjadi jika Mumtaz maupun penumpang lainnya memiliki kesadaran bersama dan bersedia diingatkan jika melakukan kekeliruan.

Nawawi, kata Ali, sudah menyampaikan bahwa insiden tersebut bukan masalah pribadi beliau, tetapi menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk patuh pada aturan yang berlaku, "khususnya di penerbarangan karena ini terkait dengan keselamatan seluruh penumpang, dan yang juga paling penting apapun jabatan kita bukan berarti membuat kita dikecualikan dari kewajiban etik dan hukum agar patuh pada peraturan yang berlaku. Justru pejabat publik wajib memberikan contoh integritas dalam hal apapun," katanya.

Berikut kronologi insiden berdasarkan versi Nawawi dan KPK:

1. Wakil Ketua KPK, Nawawi Pamolango melakukan perjalanan dinas ke Gorontalo dalam rangka menjalankan tugas kegiatan koordinasi pemberantasan korupsi dengan APH dan APIP di wilayah Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus sampai 12 Agustus 2020.

2. Nawawi kembali ke Jakarta pada Rabu (12/8/2020) dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Dalam perjalanan, pesawat transit di Bandara di Makasar untuk pengisian Bahan Bakar.

3. Pada saat pengisian bahan bakar, petugas pramugari sudah mengingatkan beberapa kali secara langsung ataupun secara umum melalui pengeras suara agar kepada para penumpang tidak berjalan serta tidak menggunakan alat komunikasi dan seterusnya.

4. Nawawi saat itu melihat penumpang yang bersangkutan tidak mengindahkan imbauan pramugari hingga sekitar tiga kali. Karena yang bersangkutan masih terus bicara melalui telepon, sementara Nawawi melihat dari jendela di samping tempat duduknya ada kendaraan pengisi bahan bakar di sekitar pesawat, maka dengan pertimbangan keselamatan seluruh penumpang, Nawawi mengingatkan pada yang bersangkutan untuk mematuhi aturan yang berlaku di penerbangan.

5. Namun demikian, yang bersangkutan tidak merespon dan tetap bicara melalui telepon. Nawawi kembali ke kursi, namun dikejutkan ketika penumpang yang diingatkan tadi justru kemudian mengatakan “kamu siapa?”. Hal ini dijawab Nawawi, “saya penumpang pesawat ini dan oleh karenanya wajib mengingatkan sesama demi keselamatan bersama".

6. Akan tetapi penumpang tersebut tidak mengindahkan dan menyampaikan beberapa hal, hingga terucap salah satu kalimat yang kurang lebih mengatakan bahwa ia disini bersama wakil ketua komisi III DPR dengan mengarah ke salah satu kursi kedua di belakang Nawawi.

7. Atas jawaban tersebut kemudian Nawawi merespon bahwa ini adalah kewajiban kita sesama penumpang untuk mengingatkan demi keselamatan bersama. Tidak hubungannya dengan posisi sebagai pejabat dimanapun, termasuk di DPR. Hal ini berangkat dari pemahaman, bahwa Pak Nawawi memahami mitra kerja di Komisi III DPR adalah orang-orang yang memahami hukum sehingga tidak mungkin akan bersifat arogan membela jika ada pelanggaran aturan di penerbangan tersebut. Apalagi mengingatkan penumpang lain yang menelepon saat pesawat mengisi bahan bakar adalah demi keselamatan bersama seluruh penumpang.

8. Setelah akhirnya diketahui bahwa Nawawi adalah Pimpinan KPK, ada upaya dari penumpang lain yang tadi disebut salah satunya dari unsur Pimpinan Komisi III DPR untuk meredakan persoalan. Namun tentu saja kita memahami persoalannya bukan pada aspek pribadi Nawawi, tetapi bagaimana kita memahami dan mematuhi aturan penerbangan yang berlaku dan bersedia diingatkan jika keliru.

9. Kemudian, Pak Nawawi mengatakan, "kalau begitu nanti setelah di bandara saya akan menginformasikan hal ini pada petugas yang berwenang di bandara". Setelah turun di Bandara Soekarno-Hatta lalu NP memberikan informasi adanya kejadian tersebut kepada Kapospol Terminal 3F.

10. Sampai sore ini, Pihak PT Garuda juga telah menghubungi Pak Nawawi dan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas apa yang dilakukan NP selaku penumpang Garuda Indonesia yang mendukung aturan keselamatan penerbangan terkait turut mengingatkan sesama penumpang demi keselamatan bersama.

11. Demikian juga pihak Polres Bandara juga sudah datang menemui Pak Nawawi di kantor KPK dan sudah disampaikan pada prinsipnya bahwa penyelesaian kejadian tersebut diserahkan sepenuhnya kepada petugas yang berwajib.

12. Atas kejadian ini tentu menjadi pembelajaran bahwa setiap penumpang pesawat agar mematuhi aspek etika dan aturan penerbangan untuk keselamatan bersama dan tentu apa yang dilakukan NP harus pula diikuti oleh setiap penumpang untuk saling mengingatkan sesama penumpang lain dalam penerbangan demi keselamatan bersama.

"Demikian disampaikan, semoga hal ini menjadi pembelajaran bersama. Kami menyerahkan seluruh proses lanjutan pada pejabat yang berwenang," kata Ali.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Hikmahanto: MA Harus Kembali Jadi Benteng Terakhir Pencari Keadilan

Pimpinan MA harus terus mendorong budaya transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi sekaligus memperkuat akar dan fondasi prinsip supremasi hukum.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

UGM Terima 2.518 Mahasiswa Jalur SBMPTN

UGM terima mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN 2020.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Nawawi Pomolango Tegur Mumtaz Rais Selaku Penumpang Pesawat

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango menegur Mumtaz Rais dalam posisinya sebagai salah satu penumpang pesawat.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Picu Keributan di Pesawat, Mumtaz Rais Dikecam

Perilaku Ahmad Rais, putra dari Amien Rais yang memicu keributan di pesawat Garuda Indonesia dinilai memalukan.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Serius Berantas Korupsi, Sikap Jokowi Harus Dijalankan Aparat Negara

Berantas korupsi tanpa pandang bulu sulit dijalankan aparat penegak hukum.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Korupsi Proyek Fiktif, KPK Periksa Direktur Waskita Beton Precast

Munib Lusianto bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Kawasan Cagar Alam Wae Wu'ul Gundul Terbakar

Kawasan wisata cagar alam Wae Wu'ul di Labuan Bajo,dilalap si jago merah pada Kamis (13/8/2020) malam hingga Jumat dini hari.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Hendri Tewas Saat Ditangkap, Polri Masih Tunggu Hasil Autopsi

Hendri Alfreet Bakari meregang nyawa tak lama setelah ditangkap Satnarkoba Polresta Barelang Batam, Kepri, Sabtu (8/8/2020) lalu.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Dompet Dhuafa Gelar Panen Perdana di Lahan 50 Hektare

Dompet Dhuafa melalui Social Trust Fund (STF) bersama OK Oce dan Pondok Pesantren Alam (PPA) Al Muhtadin Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (14/8) melakukan panen padi perdana dari program ketahanan pangan dan harmoni kebaikan berbasis masyarakat pesantren

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Imbauan Jangan Merasa Paling Agamis, Sangat Tepat Disampaikan Saat Sidang Tahunan MPR

Presiden Jokowi menginginkan seluruh komponen bangsa tidak terjebak pada fanatisme sempit tentang agama dan Pancasila.

NASIONAL | 14 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS