Polres Manggarai Harus Seret Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Anak 9 Tahun
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Polres Manggarai Harus Seret Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Anak 9 Tahun

Selasa, 10 Desember 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Willy Grasias / EHD

Ruteng, Beritasatu.com – Polres Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) harus menyeret PK (laki-laki 55 tahun, sudah beristri) terduga pelaku pelecehan seksual terhadap anak perempuan berumur 9 tahun Rensi (bukan nama sebenarnya) di Kampung Sampar, Desa Pong Lale, Kecamatan Ruteng, Manggarai, NTT, pada akhir Oktober 2019.

Ayah korban, Wempi kepada Beritasatu.com, Selasa (10/12/2019), mengatakan, mereka telah melaporkan kasus ini ke Polres Manggarai pada 7 November 2019, namun sampai saat ini pelaku belum ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus pelecehan itu dilakukan di dalam Kapela (gereja) dimana pelaku memasukan jari tangannya ke kemaluan korban kelas III SD itu, yang menyebakan kemaluan korban luka-luka. Polisi sudah melakukan visum et repertum terhadap korban dan hasilnya benar kemaluan korban mengalami luka rubek.

Wempi mengatakan, kasus ini berawal di mana pelaku memanggil korban yang sedang berada di sekolahnya, merayu dengan memberi uang jajan sebesar Rp 7.000. Selanjutnya korban dibawa pelaku ke dalam Kapela dan melakukan perbuatan bejatnya di sebuah ruangan di dalam kapela.

Beberapa hari kemudian, orangtua korban mengetahui korban dilecehkan secara seksual oleh pelaku ketika korban mengalami kelainan tingkah laku, seperti diam dan tiba-tiba berontak dan menangis. Ketika orangtuanya tanya, korban mengaku kalau ia telah dirusak kemaluannya oleh pelaku yang sudah beristri serta beranak itu. Atas pengakuan korban, maka Wempi melaporkan hal itu ke Polres Manggarai.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mahfud Setuju Hukuman Mati untuk Koruptor

Sudah ada ancaman hukuman mati jika melakukan pengulangan atau melakukan korupsi di saat bencana.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Kasus Novel, Jokowi: Ada Temuan Baru Mengarah pada Kesimpulan

Jokowi ingin agar pengungkapan kasus Novel ini dilakukan secepat-cepatnya.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Komnas HAM Sebut Hukuman Mati Tak Efektif Berantas Korupsi

Hukuman mati melanggar HAM dan tidak efektif berantas korupsi

NASIONAL | 10 Desember 2019

Kasus Penyiraman Novel, Presiden Janji Diungkap Dalam Hitungan Hari

Presiden telah meminta Kapolri untuk segera mengumumkan pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Kasus Penyiraman Novel, Polri Belum Temukan Tersangka

Polri ternyata belum berhasil menemukan tersangka penyerang penyidik KPK Novel Baswedan.

NASIONAL | 10 Desember 2019

SKK Migas Targetkan Produksi Nasional 1 Juta Barel per Hari

Guna menyusun strategi dalam mencapai rencana jangka panjang produksi nasional 1 juta bopd, SKK Migas menyelenggarakan Forum Eksplorasi dan Produksi.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Bawaslu Minta Rekapitulasi Elektronik Ditetapkan dalam UU

Penerapan e-recap akan menimbulkan persoalan hukum jika tidak diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Pengobatan Kardiovaskular Bakal Dominasi Farmasi Indonesia

Hal ini akan memengaruhi dunia pengobatan, khususnya farmasi yang juga akan lebih banyak berfokus pada kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan hipertensi.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Kementerian PAN dan RB: SKB 11 Menteri Lindungi ASN dari Radikalisme

Surat keputusan bersama 11 menteri dibuat untuk melindungi aparatur sipil negara dari bahaya radikalisme.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Ricky Rachmadi Dorong Pekerja Migran Berwirausaha

Masih banyak PMI setelah pulang dari luar negeri membeli hal-hal yang kurang penting sehingga uangnya habis.

NASIONAL | 10 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS