Kemkop dan UKM Perjuangkan LPS Koperasi Masuk RUU Cipta Kerja

Jumat, 18 September 2020 | 15:32 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Koperasi (Kemkop) dan UKM sedang memperjuangkan masuknya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Koperasi pada Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja. LPS Koperasi dinilai akan meningkatkan kepercayaan anggota koperasi dan memberikan rasa aman untuk menempatkan dananya di koperasi.

Pertimbangan Kemkop dan UKM memperjuangkan dibentuknya LPS Koperasi, bukan hanya alasan sebagai jaring pengaman semata namun juga dapat memfasilitasi koperasi yang kesulitan likuiditas.

Deputi Bidang Pengawasan Kemkop dan UKM, Ahmad Zabadi, mengatakan, LPS Koperasi sesuai dengan model APEX, yang berarti pengayom bagi lembaga yang menjadi anggotanya dalam hal ini koperasi. Dia menyebutkan lembaga Apex dapat berfungsi sebagai lembaga penyatuan atau pengumpulan dana (pooling of funds), pemberian bantuan keuangan (financial assistance) dan dukungan teknis (tehnical support).

“Apabila ada anggota menghadapi kesulitan likuiditas dan permodalan, Apex dapat menjalankan fungsinya,” kata Zabadi pada Webinar Lembaga Penjamin Simpanan Sebagai Solusi Multi Dimensi Kebangkitan Koperasi Indonesia: “Akankah Mimpi Itu Segera Menjadi Nyata,” di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Dia mencontohkan, Koperasi Sekunder dimana anggotanya bisa saja tidak hanya satu jenis koperasi saja melainkan untuk semua jenis koperasi. Dana yang terkumpul baru dapat digunakan ketika ada anggotanya mengalami kesulitan likuiditas dan permodalan sebagai upaya penyelamatan koperasi yang sedang sakit.

Zabadi mengatakan, masalah likuiditas koperasi menjadi salah persoalan serius yang terjadi saat ini. Pembatasan aktivitas usaha akibat pandemi Covid-19 telah memukul ekonomi anggota koperasi yang bergerak di UMKM.

Omzet anggota koperasi menurun sehingga tidak dapat mengembalikan pinjaman disisi lainnya anggota menarik dana simpanan yang ada di koperasi untuk dapat bertahan ditengah badai Covid-19. Hal ini secara otomatis berdampak terhadap likuiditas koperasi.

“Jika koperasi tidak dapat memenuhi permintaan penarikan dana anggota, dampak terbesarnya adalah ketidakpercayaan anggota kepada koperasi yang pada akhirnya terjadi rush money dan masalah hukum,” kata Zabadi.

Dia menegaskan, memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sangat mendesak. Banyak kasus penipuan berkedok koperasi, penipuan yang dilakukan koperasi dengan cara menjanjikan imbal hasil yang tidak wajar yang berdampak menurun tingkat kepercayaan anggota masyarakat terhadap koperasi. Hal itu tidak akan terjadi apabila koperasi menjalankan nilai-nilai dan prinsip koperasi secara benar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

IHSG Ditutup Naik 20 Poin ke 5.059

IHSG sempat mencapai rekor tertinggi di 5.071 dan terendah 5.023.

EKONOMI | 18 September 2020

Kemperin Fokus Genjot Kinerja Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil

Kemperin terus memacu kinerja industri kimia, farmasi dan tekstil.

EKONOMI | 18 September 2020

Bursa Eropa Dibuka Menguat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

DAX Jerman dibuka naik 20 poin mencapai 13.228.

EKONOMI | 18 September 2020

Bersinergi dengan Shipper, Dana Luncurkan Layanan Logistik

Untuk memudahkan masyarakat dan juga pelaku UMKM melakukan pengiriman barang, dompet digital Dana meluncurkan layanan Dana Delivery.

EKONOMI | 18 September 2020

Pertamina Trans Kontinental Raih Penghargaan di BUMN Marketeers Awards 2020

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), anak usaha PT Pertamina (Persero) yang menjalankan kegiatan bisnis berupa penyediaan jasa pelayaran sektor energi.

EKONOMI | 18 September 2020

Mendag : Konsep Waralaba Bisa Kurangi Risiko Gagal

Agus Suparmanto menilai sistem pemasaran waralaba atau franchise sudah menjadi pilihan usaha yang populer di Indonesia.

EKONOMI | 18 September 2020

Bangun LRT Jabodebek, KAI Teken Perjanjian Pinjaman Tambahan Rp 4,2 Triliun

PT KAI teken penandatanganan perjanjian perubahan atas perjanjian kredit sindikasi termasuk tambahan pembiayaan depo dan stasiun LRT Jabodetabek.

EKONOMI | 18 September 2020

Aturan Keselamatan Pesepeda, Kemhub Wajibkan Sepeda Sesuai SNI

Sepeda yang beroperasi di jalan harus memenuhi persyaratan keselamatan, antara lain dilengkapi spakbor, bel, sistem rem, lampu.

EKONOMI | 18 September 2020

OCTO Clicks Bantu Nasabah Jaga Kesehatan Keuangan

Dengan kemajuan teknologi, sejatinya setiap orang bisa mengelola keuangannya didukung berbagai layanan berbasis digital.

EKONOMI | 18 September 2020

Pertamina Ajak Millenials Berperan Aktif Jaga Hayati Jakarta

Pertamina melakukan pelestarian mangrove dan terumbu karang untuk memperkaya keragaman hayati di Pulau Tidung.

EKONOMI | 18 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS